Festival Mahumbal digelar di kawasan Vila Alam Roh 7, Desa Loklahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (27/6/2026) siang, dalam rangkaian event Festival Bamboo Rafting.
HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.com – Bupati HSS Syafrudin Noor, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HSS Hj Mustaidah Syafrudin Noor, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Ratusan bumbung nasi humbal dan iwak bapalan, dimasak bersama dengan disajikan berbagai kreasi oleh peserta, serta dimakan bersama peserta dan masyarakat.
Nasi humbal merupakan masakan khas masyarakat Pegunungan Meratus wilayah Kecamatan Loksado, yakni beras gunung yang dibungkus dengan daun, lalu dimasak dalam bambu jenis buluh dengan dibakar. Sementara iwak bapalan merupakan lauknya berisi ikan dan bumbu-bumbuan yang dimasak juga di dalam buluh.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten HSS Dody Puriyandhani menjelaskan, festival mahumbal diikuti peserta dari 11 desa.
Masing-masing stand peserta memasak, dan menyajikan kreasi bumbu hingga tampilan yang menarik.
Dody menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka mempererat persaudaran, menjalin silaturahmi antar masyarakat, sekaligus melestarikan budaya.
Sementara Bupati HSS Syafrudin Noor menjelaskan, kegiatan sebagai upaya melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah melalui beragam atraksi seni, budaya, dan tradisi khas masyarakat Loksado.
“Mahumbal ini merupakan tradisi masyarakat Loksado sejak zaman dahulu, memasak dengan media bambu karena tidak ada panci,” terang Bupati HSS, menceritakan.
Melalui penyelenggaraan Festival Mahumbal sebagai bagian dari Festival Bamboo Rafting 2026, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap promosi pariwisata daerah semakin luas, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, serta mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata.
Kegiatan juga menjadi wujud komitmen Pemkab HSS dalam menjaga kelestarian budaya lokal, memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat Loksado kepada wisatawan, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Acara turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Muhammad Noor, didampingi DWP Elyani Yustiska, Kapala kantor Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, dan para kepala perangkat daerah.
(dvh/rth)













