Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar bergerak cepat merespons laporan kematian ikan secara massal yang terjadi di wilayah Pingaran ulu dan Pingaran Ilir. Tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
BANJAR,koranbanjar.com – Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, Sutiyono, menyatakan bahwa pihaknya telah memulai penanganan sejak menerima laporan pada Selasa malam.
Sutiyono memastikan koordinasi dengan perangkat desa serta pihak kecamatan setempat telah dilakukan guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
“Kami mulai tadi malam melakukan penanganan di lapangan terkait kematian ikan di wilayah Pingaran ulu dan Pingaran Ilir. Sebelumnya kami juga telah berkoordinasi dengan pihak pambakal, camat, serta pemerintah kecamatan yang terkait,” ujar Sutiyono, Kamis (9/7/2026).
Sebagai langkah tindak lanjut, tim dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH Kabupaten Banjar telah mengambil sampel air pada Kamis pagi.
Sampel tersebut saat ini tengah menjalani serangkaian uji laboratorium di fasilitas milik DLH Kabupaten Banjar yang telah terakreditasi.
Sutiyono menargetkan hasil uji laboratorium tersebut dapat diketahui dalam waktu dekat.
Hasil inilah yang nantinya akan menjadi rujukan utama untuk menentukan apakah fenomena ini disebabkan oleh faktor alam, seperti penurunan debit air, atau adanya kontaminasi faktor lain.
“Mudah-mudahan sekitar dua hari lagi hasil pemeriksaan sudah keluar. Dari hasil itu nanti akan diketahui apakah kejadian ini dipengaruhi penurunan debit air atau ada faktor lain,” jelasnya.
Proses penanganan di lapangan tidak dilakukan sendirian. DLH Kabupaten Banjar bersinergi dengan lintas sektor.
Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pemerintah desa setempat.
BPBD Kabupaten Banjar sendiri tercatat telah melakukan upaya penanganan dan pemantauan di lokasi sejak dua hari terakhir.
Sutiyono menegaskan bahwa seluruh instansi terkait akan segera mengadakan rapat koordinasi lanjutan guna merumuskan langkah penanganan komprehensif setelah hasil laboratorium resmi keluar.
Sementara dari pengamatan awal, yang terlihat adalah debit air mengalami penurunan.
“Namun penyebab pastinya masih belum dapat dipastikan dan akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait setelah hasil uji laboratorium keluar,” pungkasnya. (kan/dya)













