Banjar  

Desa Indrasari, Potret Desa Mandiri yang Terus Berinovasi di Usia ke-76 Kabupaten Banjar

Desa Indrasari. (Desain: Saukani/koranbanjar.com)

Memasuki usia ke-76 tahun, Kabupaten Banjar di bawah kepimpinan Bupati Saidi Mansyur dan wakil Bupati Said Idrus Alhabsyi terus menunjukkan perkembangan pembangunan yang semakin dirasakan hingga tingkat desa, Rabu (19/8/2026).

BANJAR,koranbanjar.com – Berbagai inovasi, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, hingga digitalisasi pemerintahan menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

Salah satu desa yang mencerminkan perkembangan tersebut adalah Desa Indrasari, Kecamatan Martapura. Desa yang berada di kawasan strategis sebagai pintu masuk ibu kota Kabupaten Banjar ini kini berstatus Desa Mandiri dan terus mendorong berbagai program pembangunan berbasis potensi serta kebutuhan masyarakat.

Pambakal Desa Indrasari, Amat Yani, mengatakan pembangunan desa saat ini tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola pemerintahan, ekonomi masyarakat, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga digitalisasi.

“Desa Indrasari saat ini berstatus sebagai Desa Mandiri dan terus bergerak menuju desa yang lebih maju dan sejahtera. Arah pembangunan kami tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan, ekonomi masyarakat, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, lingkungan serta digitalisasi desa,” ujar Amat Yani.

Semangat tersebut juga tercermin melalui website resmi Desa Indrasari yang mengusung konsep Desa Cerdas dan Berdata,  dengan visi mewujudkan Desa Indrasari yang lestari, lebih sejahtera dan mandiri.

Menurutnya, tantangan terbesar desa ke depan adalah mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).

Karena itu, pemerintah desa terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan sektor pertanian dan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta digitalisasi pelayanan.

“Menjadi desa mandiri bukan hanya persoalan status, tetapi bagaimana masyarakatnya benar-benar berdaya secara ekonomi, sehat, terdidik dan memperoleh pelayanan pemerintahan yang cepat dan mudah,” katanya.

BUMDes Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Salah satu sektor yang terus diperkuat Desa Indrasari adalah BUMDes. Amat Yani menegaskan, BUMDes Mulia Sari tidak diarahkan sekadar sebagai badan usaha milik desa, tetapi menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.

Prestasi pun telah diraih. Pada 2023, BUMDesa Mulia Sari ditetapkan sebagai BUMDes terbaik pertama tingkat Kabupaten Banjar dan terbaik kedua tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Sejumlah unit usaha kini dikembangkan, mulai dari penyewaan gedung serbaguna, penyewaan tenda dan perlengkapan resepsi, rumah sewa atau bedakan, pengelolaan tanah kas desa, ketahanan pangan desa, hingga pengadaan barang dan jasa.

Desa Indrasari bahkan menjadi lokasi studi tiru sejumlah desa di Kalimantan Selatan dan daerah sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan pengelolaan dan inovasi BUMDes Indrasari mulai mendapat perhatian dari desa lain.

“Target kami bukan hanya mengejar besarnya setoran PADes, tetapi membangun unit usaha yang sehat, berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, menyerap produk masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan desa,” ujarnya.

Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Dalam momentum Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dengan tema Banjar Ditata, Banjar Dijaga, Pemerintah Desa Indrasari mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap pembangunan desa.

Menurut Amat Yani, pembangunan jalan dan infrastruktur dasar menjadi kebutuhan penting mengingat Desa Indrasari merupakan salah satu pintu masuk menuju ibu kota Kabupaten Banjar.

Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.

“Pembangunan jalan dan infrastruktur dasar lainnya menjadi perhatian khusus Bapak Bupati Banjar karena Desa Indrasari juga merupakan pintu masuk ibu kota Kabupaten Banjar,” katanya.

Dibidang kesehatan, Desa Indrasari terus membangun sinergi dengan Puskesmas Martapura 1, salah satunya melalui pelaksanaan Posyandu ILP.

Sementara di sektor pendidikan, pemerintah desa mendukung pendidikan sejak usia dini melalui PAUD Taman Ilmu Desa Indrasari.

Pembakal Desa Indrasari Amat Yani. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Desa Indrasari juga memiliki Perpustakaan Desa Taman Ilmu sebagai sarana meningkatkan literasi masyarakat. Perpustakaan tersebut bahkan pernah meraih peringkat terbaik pertama tingkat Kabupaten Banjar dan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dari pembangunan Desa Indrasari.

Website resmi desa telah menyediakan sejumlah fitur, antara lain informasi pemerintahan, data desa, layanan mandiri masyarakat, pengaduan, peta desa dan berbagai informasi lainnya.

Selain itu, pemerintah desa memanfaatkan Aplikasi Smart Kampung Manis untuk mempercepat pelayanan administrasi masyarakat. Warga dapat mengakses layanan melalui telepon seluler sehingga tidak selalu harus datang langsung ke kantor desa untuk mengurus surat-menyurat.

Bagi pemerintah desa, digitalisasi bukan semata-mata mengganti dokumen kertas dengan komputer.

“Yang lebih penting adalah membangun budaya kerja pemerintahan yang cepat, transparan, terdokumentasi dan berbasis data,” papar Amat Yani.

Ke depan, digitalisasi diharapkan semakin terintegrasi, mulai dari surat-menyurat, kearsipan, pelayanan masyarakat, data kependudukan, pertanahan, administrasi pemerintahan hingga evaluasi kinerja perangkat desa.

Meski demikian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia tetap menjadi tantangan. Karena itu, digitalisasi harus dibarengi pelatihan dan pendampingan bagi perangkat desa.

Transformasi digital juga mulai diterapkan dalam pelayanan kesehatan, masyarakat Desa Indrasari pada prinsipnya terbuka terhadap layanan kesehatan yang semakin mudah dan berbasis teknologi.

Namun, kemudahan akses tetap menjadi perhatian agar masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi tidak justru mengalami kesulitan.

Pemerintah desa pun siap menjadi penghubung antara program pemerintah daerah dengan masyarakat melalui sosialisasi, pendampingan dan edukasi.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat menggunakan layanan digital menjadi modal penting untuk mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Deretan Prestasi Desa Mandiri

Kemajuan Desa Indrasari tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik maupun pelayanan publik. Sejumlah prestasi di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional turut mengiringi perjalanan desa tersebut.

Amat Yani menyebut Desa Indrasari telah berstatus Desa Mandiri secara berturut-turut sejak 2022.

Pada 2024, Desa Indrasari meraih peringkat terbaik pertama tingkat Kabupaten Banjar dan terbaik harapan pertama tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Desa tersebut juga ditetapkan Ombudsman RI sebagai Desa Antimaladministrasi pada 2024, menjadi desa percontohan Kampung Peduli TB, serta ditetapkan sebagai Desa Antikorupsi oleh KPK RI.

Di bidang lingkungan, Desa Indrasari meraih kategori ProKlim Lestari, dengan penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI.

Desa Indrasari juga pernah menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan Bupati Banjar dalam rangka Musyawarah Desa Khusus pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sekaligus peletakan batu pertama pembangunan KDMP.

Bahkan, Desa Indrasari ditunjuk sebagai salah satu mockup KDMP saat peluncuran program tersebut oleh Presiden RI. Sebagai lembaga ekonomi desa yang dibentuk pada 2025, KDMP Indrasari kini telah menjalankan kegiatan perkoperasian.

Jumlah anggotanya telah mencapai sekitar 300 orang, dengan simpanan pokok sebesar Rp100 ribu per orang dan simpanan wajib Rp10 ribu per orang.

Usaha yang saat ini dijalankan antara lain sektor sembako dan pangkalan LPG 3 kilogram.

Keberadaan KDMP diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat Desa Indrasari dan menjadi bagian dari upaya memperluas kemandirian ekonomi desa.

Inovasi Pangan untuk Masa Depan

Semangat inovasi juga dikembangkan melalui sektor pangan. Pada Juni 2026, Desa Indrasari melaksanakan penanaman perdana sorgum hitam dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

“Bagi kami, inilah semangat yang sejalan dengan kemajuan Kabupaten Banjar, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek dan pelaku pembangunan,” tutur Amat Yani.

Memperingati Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, pemerintah dan masyarakat Desa Indrasari berharap pembangunan semakin merata dan berkelanjutan hingga tingkat desa

Amat Yani berharap masyarakat semakin mudah memperoleh infrastruktur yang baik, pelayanan kesehatan dan pendidikan berkualitas, peluang ekonomi yang lebih luas serta pelayanan pemerintahan yang cepat dan mudah.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap pengembangan ekonomi desa, BUMDes, UMKM, pertanian dan inovasi desa juga diharapkan terus diperkuat.

“Makna Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-76 bukan hanya tentang bertambahnya usia Kabupaten Banjar, tetapi tentang seberapa jauh masyarakat di desa merasakan manfaat pembangunan tersebut,” ujarnya.

Desa Indrasari ingin menjadi bagian dari perjalanan pembangunan tersebut, bukan hanya sebagai penerima pembangunan, tetapi sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mewujudkan daerah yang semakin maju, mandiri dan sejahtera.

Di tengah momentum Hari Jadi ke-76, perjalanan Desa Indrasari menjadi gambaran bahwa kemajuan Kabupaten Banjar tidak hanya diukur dari pembangunan di pusat kota, tetapi juga dari kemampuan desa mengembangkan potensi, melahirkan inovasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *