Setiap kilometer yang ditempuh masyarakat Kalimantan Selatan dalam AKSEL Virtual Run 2026 tidak hanya menjadi catatan olahraga. Jarak tersebut akan dikumpulkan dan dikonversikan menjadi bibit pohon ulin yang nantinya ditanam di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Bank Kalsel menargetkan 7.600 kilometer jarak lari kolektif dari 1.000 peserta untuk menghasilkan 760 bibit ulin dalam program bertajuk AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi.
Mengusung tagline “Sehat Diri, Bumi Lestari: Dari Pesisir ke Pegunungan”, gerakan tersebut menggabungkan aktivitas olahraga masyarakat dengan aksi restorasi lingkungan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan konsep tahun ini menggunakan mekanisme konversi kolektif. Seluruh jarak lari peserta akan digabungkan untuk menentukan jumlah bibit yang akan ditanam.
“Setiap akumulasi jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi bibit Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), vegetasi endemik khas Borneo yang dikenal sebagai kayu besi,” ujar Fachrudin dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Mekanismenya sederhana. Setiap 10 kilometer jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi satu bibit ulin. Dengan target 7.600 kilometer, jumlah bibit yang dihasilkan ditargetkan mencapai 760 pohon. Angka tersebut sekaligus merepresentasikan usia ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel menargetkan 1.000 pelari dari masyarakat umum dan komunitas lari se-Kalimantan Selatan mengikuti program tersebut.
Setiap peserta ditantang menyelesaikan jarak 7,6 kilometer. Jarak itu dapat ditempuh sekaligus maupun secara bertahap selama periode virtual run. Program diawali dengan kegiatan lari bersama pada Jumat (14/8/2026), bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Sebanyak 100 peserta akan mengikuti kegiatan pembuka yang terdiri atas 50 internal Bank Kalsel dan 50 perwakilan komunitas lari, yakni SB Runners, GubernuRun, RIOT, dan Run From Reality.
Setelah kick-off, masyarakat dapat mengikuti virtual run hingga 12 September 2026. Pendaftaran dilakukan secara digital melalui fitur AKSEL Fun pada aplikasi Mobile Banking AKSEL by Bank Kalsel. Biaya pendaftarannya ditetapkan sebesar Rp76.
Konsep program ini tidak berhenti pada aktivitas virtual. Bank Kalsel menyiapkan sistem yang memungkinkan peserta mengunggah bukti aktivitas lari melalui platform yang telah disediakan. Peserta dapat mengunggah hasil lari dari aplikasi seperti Strava, Nike Run Club, atau Relive.
Progress akumulasi jarak dan capaian bibit juga dapat dipantau melalui dashboard yang disediakan dalam program tersebut. Dengan mekanisme itu, setiap tambahan jarak lari akan berkontribusi terhadap target reforestasi yang telah ditetapkan.
Sebanyak 100 pelari tercepat yang mengunggah hasil lari 7,6 kilometer juga berhak mendapatkan jersey eksklusif bermotif kayu ulin dan PR Package Planting Kit.
Bank Kalsel turut menyiapkan doorprize berupa running gear dengan total nilai Rp30 juta serta 100 paket PR Package Planting Kit yang akan diundi melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Bank Kalsel pada akhir September 2026.
Gerakan ini merupakan kelanjutan program lingkungan Bank Kalsel pada 2024. Saat itu, AKSEL Virtual Run berhasil menggerakkan penanaman 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Banua. Tahun ini, fokus tersebut bergeser ke ekosistem darat dengan menyasar kawasan kaki Pegunungan Meratus.
Pemilihan ulin juga memiliki pesan ekologis. Pohon yang dikenal sebagai kayu besi tersebut memiliki pertumbuhan yang lambat, tetapi mampu bertahan dalam waktu panjang.
Fachrudin menyebut ulin merepresentasikan daya tahan sekaligus investasi jangka panjang bagi masyarakat Banua.
“Pohon ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua. Tumbuh perlahan, tetapi sanggup bertahan hingga ratusan tahun,” katanya.
Melalui program tersebut, Bank Kalsel menempatkan aktivitas olahraga masyarakat sebagai sumber kontribusi ekologis. Semakin besar jarak yang dikumpulkan, semakin besar pula jumlah bibit yang ditargetkan untuk ditanam.
Puncak program akan berlangsung setelah periode virtual run selesai. Sebanyak 760 bibit ulin ditargetkan ditanam secara langsung di Tahura Sultan Adam, Mandiangin.
Penanaman dilakukan bersama UPTD Tahura Sultan Adam dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel menyatakan waktu penanaman akan disesuaikan dengan kondisi musim dan hasil konsultasi teknis untuk meningkatkan peluang bibit tumbuh di habitatnya.
“Aksi penanaman pohon ini sengaja kami posisikan di akhir periode sebagai grand finale,” kata Fachrudin.
Ia berharap penanaman tersebut menjadi wujud nyata dari partisipasi masyarakat yang telah menyumbangkan jarak larinya.
“760 bibit Ulin yang tertanam di Pegunungan Meratus benar-benar menjadi monumen dan simbol dari akumulasi keringat, perjuangan, serta gotong royong seluruh masyarakat Kalsel yang berlari bersama Bank Kalsel,” pungkasnya.
Dengan konsep #LangkahJadiUlin, garis finis AKSEL Virtual Run 2026 tidak berhenti pada selesainya aktivitas lari. Jarak yang dikumpulkan peserta ditargetkan berujung pada tumbuhnya ratusan pohon ulin di kawasan Meratus. (yon/bay)













