PTAM Intan Banjar terus mempersiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk melayani kebutuhan masyarakat di sejumlah pelosok di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Antara lain untuk menjangkau kebutuhan air bersih, seperti di sebagian wilayah Desa Aluh-aluh, Tatah Belayung, Tatah Makmur, Sungai Lulut hingga Sungai Tabuk.
BANJAR, koranbanjar.com – Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Saiful Anwar ketika ditemui koranbanjar.com, beberapa waktu lalu menyampaikan, sampai sekarang pihaknya terus berupaya membangun SPAM untuk melayani kebutuhan air minum atau air bersih di sejumlah pelosok Kabupaten Banjar.
“Terutama yang di ujung-ujung, seperti untuk sebagian Desa Tatah Belayung, di Aluh-aluh sebagian, di Berungtung Baru sebagian dan Tatah Makmur sebagian, intake (menampung air baku) di sana merupakan sebuah kepastian bagi kami. Insya Allah, September 2026 sudah running penyediaan air bersih 100 liter per detik,” ungkap Saiful.
Dijelaskan lebih detil, sekarang ini sudah berproses pembangunan SPAM di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar untuk mempersiapkan layanan air bersih 100 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Desa Sungai Sulut. Sungai Tabuk hingga Sungai Batang, Sungai Rangas Kecamatan Martapura Barat.
Dijelaskan pula, pihaknya telah mempersiapkan SPAM untuk 500 liter per detik untuk 6 kecamatan. “Insya Allah tercukupi, namun mempersiapkan intake ini kan perlu waktu, sekarang pekerjaannya sudah berjalan,” imbuh dia.

Dengan situasi seperti sekarang, semua terus berjalan, investasi untuk itu pun lumayan besar. “Modal kami kan berputar, kami ini mandiri. Makanya dalam operasional, harus menganalisa kebutuhan yang diperlukan, tidak bisa sembarangan,” ucapnya.
“Kalau SPAM di Sungai Tabuk itu berjalan, insya Allah, kebutuhan air bersih di daerah Sungai Lulut hingga Sungai Tabuk bisa teratasi. Bantuan provinsi sebesar 31 miliar itu juga sangat membantu, menambahkan kekuatan keperluan air bersih,” katanya.
Disinggung mengenai rencana Pemkab Banjar membangun waduk Riam Kiwa di wilayah Kecamatan Sungai Pinang, apakah berdampak terhadap penyediaan air bersih, Dirut PTAM Intan Banjar mengatakan, tentunya air dari waduk itu bisa digunakan, namun di wilayah tersebut masih sepi, lokasinya pun sangat jauh. Semua akan membutuhkan perpipaan dengan biaya yang tidak sedikit.
“Namun tidak masalah, mungkin nanti penghubungnya bisa dari Simpang Empat pengaron. Di sana sudah ada intake air bersih. Dan bisa pula, wilayah tersebut menjadi wilayah regional, sehingga Hulu Sungai bisa pula mengambil air di sana, seperti misalnya dari Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” jelasnya.
Pada intinya, Saiful mereview statemennya, masyarakat yang belum mendapatkan air bersih selama ini adalah di sebagian wilayah ujung-ujung. Kalau di daerah depan dan tengah sudah teratasi. “Rencana penyediaan air bersih 500 liter per detik untuk mengatasi 6 kecamatan, sedangkan 100 liter per detik melayani Sungai Lulut, Sungai Tabuk hingga Sungai Batang, Martapura Barat,” tutupnya.(sir)













