Perjalanan rumah tangga setiap pasangan memiliki cerita dan tantangannya masing-masing. Begitu pula yang dialami Lida, perempuan berusia 22 tahun yang kini memilih menata kembali kehidupannya setelah mengajukan gugatan cerai terhadap ULY di Pengadilan Agama (PA) Martapura, Kabupaten Banjar.
BANJAR, koranbanjar.com – Keputusan tersebut diakui Lida bukan sesuatu yang mudah. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan perjalanan panjang dalam rumah tangga, ia akhirnya merasa perlu mengambil langkah untuk mengakhiri perkawinan secara baik melalui jalur hukum.
Lida mengatakan, selama menjalani kehidupan bersama, terdapat sejumlah persoalan yang secara perlahan memengaruhi keharmonisan rumah tangga mereka.
Persoalan tersebut berkaitan dengan komunikasi, perhatian, tanggung jawab, serta berbagai dinamika yang menurutnya tidak mudah untuk dilalui.
“Saya sudah mempertimbangkan banyak hal. Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi saya berharap menjadi jalan terbaik untuk kehidupan ke depan,” ujar Lida kepada koranbanjar.com, Selasa (15/9/2026)
Menurut Lida, berbagai persoalan yang terjadi tidak hanya muncul dalam waktu singkat. Sejak awal membangun rumah tangga, dirinya mengaku telah menghadapi sejumlah perbedaan dan keadaan yang membutuhkan kesabaran.
Ia juga menyebut komunikasi antara kedua keluarga belum selalu berjalan dengan baik. Kondisi tersebut menurutnya turut memberikan pengaruh terhadap perjalanan rumah tangga yang mereka jalani.
Dalam perjalanan tersebut, keluarga Lida juga disebut telah memberikan dukungan, termasuk membantu ketika pasangan tersebut berusaha membangun kehidupan dan usaha bersama.
Namun, berbagai dinamika yang muncul kemudian membuat Lida merasa perlu mengevaluasi kembali perjalanan rumah tangganya.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas di media sosial juga sempat menjadi perhatian Lida. Ia mengaku terdapat sejumlah hal yang membuat dirinya merasa kurang nyaman dan semakin mempertimbangkan keputusan untuk mengakhiri perkawinan.
Meski demikian, Lida tidak ingin persoalan rumah tangganya berkembang menjadi perdebatan terbuka di ruang publik.
Ia berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana dan tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga memiliki sisi yang tidak seluruhnya dapat diketahui oleh masyarakat.
“Saya berharap semuanya segera selesai dengan baik dan tidak berlarut-larut. Saya juga berharap tidak ada informasi yang tidak benar atau hal-hal yang justru memperkeruh keadaan,” katanya.
Memilih Melangkah ke Depan
Setelah mengambil keputusan untuk mengajukan gugatan cerai, Lida mengaku ingin lebih fokus menata kehidupannya.
Ia mengatakan telah memantapkan hati untuk menjalani masa depan tanpa kembali pada kehidupan rumah tangga sebelumnya.
Bagi Lida, apa yang telah dilalui merupakan bagian dari perjalanan hidup yang dapat dijadikan pelajaran.
Ia berharap kedua belah pihak dapat melakukan introspeksi dan mengambil hikmah dari pengalaman tersebut.
“Harapan saya, semua ini bisa menjadi pengalaman dan pelajaran bagi kami masing-masing untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.
Lida juga mengaku tetap memikirkan perasaan dan pengorbanan kedua orang tuanya yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang membuatnya harus melewati proses ini dengan penuh pertimbangan.
Kini, Lida berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat diselesaikan secara baik dan tenang.
Ia ingin setelah semuanya selesai, masing-masing pihak dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik tanpa saling menyimpan persoalan di masa lalu.
Untuk masa depannya, Lida berharap dapat menemukan kehidupan yang lebih tenang dan pasangan yang kelak mampu saling menghargai, memberikan dukungan, serta membangun keluarga dengan landasan agama dan kebaikan.
Baginya, berakhirnya sebuah perjalanan rumah tangga bukan berarti berakhir pula kesempatan untuk memperbaiki kehidupan.
Sebaliknya, pengalaman tersebut ingin dijadikannya sebagai pijakan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Lida merupakan anak tunggal dari pasangan pemilik warung makanan khas Arab di kawasan Sekumpul, Martapura. Sementara ULY diketahui cukup aktif di media sosial, khususnya TikTok. (yon/bay)













