Memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) menggelar AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi. Program ini mengajak masyarakat berolahraga sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan lingkungan melalui konversi jarak lari menjadi bibit pohon ulin yang akan ditanam di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Mengusung tagline “Sehat Diri, Bumi Lestari: Dari Pesisir ke Pegunungan”, program tersebut menargetkan penanaman 760 bibit ulin (Eusideroxylon zwageri) di kawasan kaki Pegunungan Meratus.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari AKSEL Virtual Run 2024 yang sebelumnya menghasilkan penanaman 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Kalimantan Selatan.
“Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Tahura Sultan Adam, Mandiangin,” ujar Fachrudin dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, konsep tahun ini berbeda karena seluruh jarak yang ditempuh peserta akan diakumulasikan secara kolektif. Setiap 10 kilometer jarak lari akan dikonversikan menjadi satu bibit pohon ulin.
Bank Kalsel menargetkan keterlibatan 1.000 pelari dari masyarakat umum dan komunitas lari di Kalimantan Selatan. Setiap peserta ditantang menyelesaikan jarak 7,6 kilometer, baik dalam satu kali lari maupun secara bertahap.
Jika target akumulasi 7.600 kilometer tercapai, sebanyak 760 bibit ulin akan disiapkan untuk ditanam. Angka tersebut sengaja diselaraskan dengan usia Provinsi Kalimantan Selatan yang memasuki tahun ke-76.
Pemilihan ulin sebagai tanaman dalam program reforestasi bukan sekadar simbol. Bank Kalsel menilai ulin memiliki nilai ekologis sekaligus historis bagi masyarakat Kalimantan.
Pohon yang dikenal sebagai kayu besi tersebut memiliki karakter pertumbuhan yang lambat dan dapat hidup dalam waktu panjang. Karena itu, ulin dipandang merepresentasikan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus investasi ekologis bagi generasi mendatang.
Program tersebut juga ditempatkan Bank Kalsel sebagai bagian dari komitmen Green Banking, sejalan dengan arah pengembangan keuangan berkelanjutan dan pilar Taksonomi Hijau Indonesia.
“Pohon ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua. Tumbuh perlahan, tetapi sanggup bertahan hingga ratusan tahun,” kata Fachrudin.
Ia menambahkan, penanaman ulin juga menjadi bagian dari upaya merespons ancaman terhadap keberadaan populasi ulin di habitat alaminya.
Rangkaian AKSEL Virtual Run 2026 dimulai bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (14/8/2026), melalui kegiatan lari bersama di kawasan AKSEL Cafe Banjarmasin.
Kegiatan pembuka tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri atas 50 internal Bank Kalsel dan 50 perwakilan komunitas lari, yakni SB Runners, GubernuRun, RIOT, dan Run From Reality.
Setelah kick-off, periode virtual run berlangsung pada 14 Agustus hingga 12 September 2026. Masyarakat dapat mendaftar secara digital melalui fitur AKSEL Fun pada aplikasi Mobile Banking AKSEL by Bank Kalsel dengan biaya pendaftaran sebesar Rp76.
Peserta yang menyelesaikan misi lari dan memenuhi ketentuan juga berkesempatan memperoleh berbagai apresiasi. Sebanyak 100 pelari tercepat yang mengunggah hasil lari 7,6 kilometer akan mendapatkan jersey eksklusif bermotif kayu ulin dan PR Package Planting Kit.
Selain itu, Bank Kalsel menyiapkan undian doorprize berupa running gear dengan total nilai Rp30 juta serta 100 paket PR Package Planting Kit.
Pengundian akan dilakukan melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Bank Kalsel pada akhir September 2026.
Berbeda dari sekadar kegiatan olahraga virtual, program tersebut akan ditutup dengan aksi nyata di lapangan. Sebanyak 760 bibit ulin yang terkumpul dari akumulasi jarak lari peserta akan ditanam di Tahura Sultan Adam, Mandiangin.
Bank Kalsel akan berkolaborasi dengan UPTD Tahura Sultan Adam dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dalam pelaksanaan penanaman.
Waktu penanaman akan disesuaikan dengan kondisi musim dan hasil konsultasi teknis bersama UPTD Tahura Sultan Adam. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan peluang bibit bertahan dan tumbuh di habitat yang sesuai.
“Aksi penanaman pohon ini sengaja kami posisikan di akhir periode sebagai grand finale. Dengan demikian, 760 bibit ulin yang tertanam di Pegunungan Meratus benar-benar menjadi monumen dan simbol dari akumulasi keringat, perjuangan, serta gotong royong seluruh masyarakat Kalsel yang berlari bersama Bank Kalsel,” pungkas Fachrudin.
Melalui konsep #LangkahJadiUlin, Bank Kalsel tidak hanya menjadikan olahraga sebagai kampanye kesehatan, tetapi juga mengubah aktivitas fisik masyarakat menjadi kontribusi konkret terhadap kelestarian lingkungan Banua. (yon/bay)













