Kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai masih menjadi keluhan utama masyarakat Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.
BANJAR, koranbanjar.com – Aspirasi tersebut mengemuka saat anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi PKS, Muhammad Saidi bersama anggota DPRD Provinsi Kalsel, Habib Umar Bahasyim melakukan kunjungan dan dialog bersama warga setempat, Sabtu (6/6/2026).
Muhammad Saidi menegaskan akan memperjuangkan perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Jalan Rusak Jadi Keluhan Utama Warga
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Namun, kondisi jalan yang rusak dan menghambat aktivitas masyarakat menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan.
Menurut Muhammad Saidi, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi hasil usaha, hingga akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
”Keluhan warga yang terutama adalah perbaikan jalan. Aspirasi itu sudah kami terima dan Insya Allah akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan,” ujar Muhammad Saidi.
Selain jalan, masyarakat juga mengusulkan perbaikan sejumlah jembatan yang menjadi penghubung antarwilayah di desa tersebut.
Infrastruktur Pesisir Masih Membutuhkan Perhatian
Sebagai wilayah yang berada di kawasan pesisir dan perairan, Desa Sungai Musang masih sangat bergantung pada sarana transportasi darat maupun sungai. Karena itu, selain jalan dan jembatan, warga juga mengharapkan pembangunan dermaga untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Saidi mengungkapkan bahwa salah satu pembangunan dermaga direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni mendatang sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat di kawasan Aluh-Aluh.
Keberadaan dermaga dinilai penting untuk memperlancar transportasi warga, terutama bagi masyarakat yang masih mengandalkan jalur sungai sebagai sarana utama mobilitas dan distribusi hasil usaha.
Legislator berkepala plontos itu menegaskan bahwa pembangunan harus dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan desa-desa terpencil. Menurutnya, tidak boleh ada kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pandangan tersebut juga sejalan dengan sikapnya yang sebelumnya beberapa kali menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di Kalimantan Selatan.
”Kami berharap pembangunan, keadilan, dan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh masyarakat, mulai dari kota hingga desa-desa yang berada di pelosok. Semua warga berhak merasakan manfaat pembangunan secara adil,” katanya.
Masyarakat Sungai Musang berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap pembahasan, tetapi dapat segera diwujudkan melalui program pembangunan yang nyata.
Perbaikan jalan dan jembatan diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar akses transportasi, serta meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan pesisir Kabupaten Banjar.
Dengan adanya komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat, warga berharap Desa Sungai Musang tidak lagi tertinggal dalam pembangunan infrastruktur dan dapat menikmati akses yang lebih baik di masa mendatang. (yon/bay)













