Banjar  

Taptu HUT ke-81 RI di Kabupaten Banjar, Kobarkan Semangat Perjuangan dan Nasionalisme

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Upacara Taptu, Minggu (16/7/2026) malam. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Upacara Taptu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Minggu (16/8/2026) malam.

BANJAR,koranbanjar,com – Kegiatan berlangsung di Jalan A Yani, tepat di depan Kantor Bupati Banjar, Martapura, pada pukul 20.00 Wita.

Upacara dihadiri Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Wakil Bupati Banjar, Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten, kepala perangkat daerah, direktur Perumda, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta sejumlah stakeholder.

Para undangan mengikuti rangkaian upacara dengan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dan peci.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan kemerdekaan yang diselenggarakan Panitia Pelaksana Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar.

Taptu merupakan tradisi baris-berbaris pada malam hari dengan membawa obor yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari seremoni, tetapi juga sarana untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme.

Bupati Banjar H. Saidi Mansyur mengatakan, pelaksanaan Taptu menjadi momentum berkumpulnya pemerintah daerah, stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Ini adalah momentum mengenang jasa-jasa pahlawan. Tentunya semua komponen mempunyai rasa syukur dan kebahagiaan,” ujar Saidi.

Menurutnya, semangat yang terkandung dalam Taptu diharapkan dapat terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kolaborasi seluruh elemen dalam membangun Kabupaten Banjar.

“Semoga ke depan kita dapat terus saling berkolaborasi, menjaga kebersamaan untuk membangun daerah dan menjaga masyarakat agar tetap dalam keadaan aman,” katanya.

Saidi juga berharap Taptu dapat terus menjadi simbol kebersamaan dan semangat perjuangan dari tahun ke tahun.

“Semoga ini juga menjadi simbol untuk tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya.

Pelaksanaan Taptu melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, mahasiswa hingga pelajar.

Dari unsur TNI dan Polri, peserta terdiri atas masing-masing satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Lanud, satu SST Kodim 1006/Banjar, satu SST Polres Banjar dan satu SST Satuan Brimobda Polda Kalsel.

Peserta lainnya berasal dari Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan, serta pelajar dari berbagai sekolah di Martapura dan Kabupaten Banjar.

Sejumlah sekolah yang terlibat antara lain SMA Negeri 1 Martapura, SMA Negeri 2 Martapura, MA Negeri 4 Banjar, SMKN 1 Martapura, SMK PGRI 1 Martapura.

SMA Muhammadiyah, MA Pangeran Antasari, SMK Darussalam, SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 3 Martapura, serta MTs Negeri 6 Martapura.

Kegiatan juga dimeriahkan unsur OKP/KNPI, Pramuka dan drum band pengiring. Satuan tugas keamanan turut disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

Para peserta pawai obor kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Martapura.

Rute dimulai dari Jalan A Yani depan Kantor Bupati Banjar, kemudian menuju Jalan P. Hidayatullah, Jalan P. Abdurrahman, Jalan Batuah, dan selanjutnya kembali ke Jalan A Yani depan Kantor Bupati Banjar.

Koordinasi lintas instansi tersebut menjadikan malam Taptu berlangsung khidmat dan penuh semangat.

Cahaya obor yang dibawa para peserta juga menjadi simbol semangat perjuangan yang terus menyala dalam memperingati kemerdekaan.

Melalui pelaksanaan Taptu, Pemerintah Kabupaten Banjar bersama TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat mengajak generasi penerus untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa serta terus menjaga persatuan, kebersamaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Malam Taptu pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diraih para pahlawan bukan sekadar untuk dikenang.

Tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan, persatuan dan membangun Kabupaten Banjar menuju masa depan yang lebih baik. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *