Kementerian Pertanian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
BANJARBARU,koranbanjar.com – Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru Tahun Ajaran 2026/2027.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis dalam pembangunan pertanian nasional.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian modern dan mempercepat swasembada pangan.
Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda. Mereka akan menentukan arah pembangunan pertanian.
“Karena itu, generasi muda harus terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian,” ujar Amran.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus terus memperkuat link and match dengan dunia industri.
Agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa Praktik Kerja Lapangan menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan berjiwa wirausaha.
PKL merupakan wahana strategis untuk menyelaraskan kompetensi peserta didik dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Sekaligus membangun karakter profesional serta jiwa kewirausahaan,” katanya.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian, SMK-PP Negeri Banjarbaru secara bertahap memberangkatkan peserta PKL mulai 2 hingga 10 Juli 2026.
Sebanyak 59 siswa kelas XII mengikuti program tersebut, terdiri atas 30 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 20 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), dan 9 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Para siswa ditempatkan di berbagai mitra DUDI sesuai kompetensi keahlian.
Antara lain Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI), hotel, kafe, PT Japfa Comfeed, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT GMK dan PT SAP.
Serta sentra usaha hortikultura dan hidroponik di Banjarbaru, Pelaihari, Mantewe, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Pemana, berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun karakter profesional.
PKL merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik di dunia kerja sesuai kurikulum dan kebutuhan industri.
“Kami berharap para siswa mampu menunjukkan disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang baik selama menjalani praktik,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, menambahkan bahwa PKL tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis (hard skills).
Tetapi juga mengembangkan soft skills seperti komunikasi, kerja sama, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, hingga kemampuan menganalisis peluang usaha secara mandiri.
Melalui pelaksanaan PKL ini, SMK-PP Negeri Banjarbaru menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi pertanian yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian.
Sinergi yang terus diperkuat antara satuan pendidikan vokasi dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.
Untuk mendukung pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. (Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/dya)













