Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dalam mempercantik estetika kota dan mengoptimalkan aset daerah kembali menunjukkan progres positif. Kawasan Simpang 4 Sungai Besar yang selama ini dipenuhi bangunan liar di atas lahan milik pemerintah, kini mulai ditata ulang, Jumat (19/6/2026).
BANJARBARU,koranbanjar.com – Lahan strategis seluas kurang lebih 2.000 meter persegi tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang representatif bagi masyarakat.
Langkah penertiban ini tidak dilakukan secara mendadak. Pemko Banjarbaru telah mengambil langkah persuasif secara bertahap sejak 26 Maret 2026.
Melalui dasar kepemilikan berupa Sertifikat Hak Pakai, pemerintah melayangkan surat teguran secara berkala kepada para pedagang yang memanfaatkan lahan tersebut.
Menariknya, menjelang berakhirnya tenggat waktu surat teguran ketiga yang dijadwalkan pada Jumat mendatang, suasana di lapangan justru terpantau kondusif.
Para pedagang menunjukkan sikap yang sangat kooperatif dengan mulai membongkar bangunan mereka secara mandiri.
”Alhamdulillah, sejak diberikan surat peringatan pertama sampai sekarang menjelang jatuh tempo surat teguran ketiga nanti di hari Jumat, hampir seluruh pedagang sudah melakukan pembongkaran secara mandiri,” ujar Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firmansyah.
Firmansyah menambahkan bahwa kunci kelancaran proses ini adalah kesadaran tinggi dari para pedagang sendiri.
Karena sejak awal, mereka telah memahami bahwa lahan tempat mereka berniaga merupakan aset resmi milik Pemko Banjarbaru.
Firmansyah juga menyampaikan, bahwa ruang komunikasi yang terus dibuka oleh pemerintah membuat proses transisi berjalan tanpa konflik.
Penataan Simpang 4 Sungai Besar ini bukan sekadar penertiban biasa, melainkan bagian dari visi besar Pemko Banjarbaru untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Nantinya, keberadaan RTH baru ini diproyeksikan membawa beberapa manfaat bagi warga Banjarbaru diantaranya
Fungsi ekologis sebagai paru-paru kota yang menyerap polusi dan menjaga keseimbangan alam. Estetika Kota untuk menghilangkan kesan kumuh di persimpangan strategis kota.
Serta menyediakan area terbuka yang nyaman dan representatif untuk interaksi sosial masyarakat.
Kelancaran penataan di Simpang 4 Sungai Besar ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kota yang modern dan berkelanjutan bisa dicapai tanpa gesekan.
Asalkan ada sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga.
Kini, masyarakat Banjarbaru tinggal menunggu waktu untuk melihat wajah baru Simpang 4 Sungai Besar yang lebih tertata, hijau, nyaman, dan asri. (kan/dya)













