Menanggapi keluhan masyarakat terkait jalan Gunung Ulin hingga Gunung Balai, Kecamatan Karang Intan (Jalan by Pass Desa Mali-mali), Kabupaten Banjar, yang kini kembali hancur karena dilintasi truk-truk batubara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Abdul Razak mengharapkan agar pengusaha tambang batubara yang menggunakan jalan tersebut untuk angkutan bisa segera melakukan perbaikan.
BANJAR, koranbanjar.com – Ketua Komisi III DPRD Banjar, Abdul Razak kepada koranbanjar.com, Kamis, (16/04/2026) menyatakan, kalau tambang batubara yang menggunakan jalan itu merupakan tambang resmi, itu tidak boleh menggunakan jalan negara. Apalagi jika seumpama tambang yang menggunakan adalah tambang tidak resmi, jelas sangat tidak boleh.
“Sekarang ini saya berharap, pengusaha tambang yang menggunakan jalan itu untuk lalu lintas angkutan batubara, agar segera bisa mengatasi. Minimal melakukan perbaikan terhadap kondisi jalan yang sudah rusak parah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam rapat koordinasi bersama Dinas PUPR Kabupaten Banjar, pihaknya juga sudah menyampaikan aspirasi masyarakat setempat. Pemerintah Daerah akan memberikan perhatian. Selain itu, dalam rapat pihaknya lebih banyak membahas program tahun 2027 mendatang.
Masih menanggapi persoalan kerusakan jalan itu, Abdul Razak menegaskan, kalau jalan itu digunakan untuk lalu lintas angkutan batu bara jelas tidak boleh, karena melanggar Perda Provinsi Kalsel. Apalagi angkutan melebihi tonase yang ditentukan.
“Pengusaha tambang yang menggunakan jalan itu saya harapkan harus memikirkan, karena jalan itu merupakan aset negara, dan menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” pungkasnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, keadaan Jalan Gunung Ulin hingga Gunung Balai, Kecamatan Karang Intan (Jalan by Pass Desa Mali-mali), Kabupaten Banjar, harusnya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Banjar. Pasalnya, baru saja jalan tersebut diperbaiki, kini hancur kembali.
Terlebih di malam hari, banyak truk bermuatan batubara yang melintasi jalan itu, sehingga membuat jalan hancur dan becek. Warga yang berpapasan dengan truk-truk bermuatan batu bara di jalan itu, terpaksa harus berhenti di tepi jalan. Karena takut tersenggol truk-truk yang melintas di jalan yang licin dan becek. Bahkan, sampai sekarang sudah banyak pengguna jalan yang menjadi korban, seperti roboh saat berkendaraan.
“Malam tadi kondisi jalannya sangat becek, kemarin sempat ditambal dengan batu kriston, tetapi banyak korban yang jatuh, karena jalan yang becek dan licin. Sepanjang jalan rusak parah,” demikian diungkapkan warga setempat, Haryono kepada koranbanjar.com, Senin, (6/4/2026).
Sementara itu, seorang warga lainnya yang kebetulan melintas di jalan itu dalam sebuah tayangan video, mengeluhkan deretan truk-truk yang datang berlawanan arah dengan angkutan batubara.
“Tidak terhitung truknya, aku muyak banar, coba lihat tidak terhitung truknya tuh nah. Muar banar aku, kayapa handak maju-maju kayak ini. Masih banyak lagi truknya, ayuja habisakan-habisakan.Tambahi lagi, tambahi lagi, bajurut truknya nah. Pelakunya ini pang, kada sing baikan jalan,” ujar warga yang terdengar sangat kecewa.
Dalam tayangan video yang berdurasi sekitar 03.13 menit itu, warga yang tengah mengendarai sepeda motor itu terpaksa berhenti di tepi jalan, sambil menunggu truk-truk angkutan batu bara yang melintas satu persatu.
Dalam tayangan video tertulis caption, “ini baru sedikit ke rekam jalannya yang rusak, kemanakah aku bisa mengadu.” (sir)













