Film Pendek “Untung” Karya Rekanema Film Creative SMK Negeri 3 Banjarmasin Raih Dua Nominasi Bergengsi Festival Film Nasional

Film pendek fiksi berjudul “Untung” karya rumah produksi Rekanema Film Creative. (Foto: SMK Negeri 3 Banjarmasin/Koranbanjar.com)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin. Film pendek fiksi berjudul “Untung”, karya rumah produksi Rekanema Film Creative, berhasil menembus dua ajang festival film pelajar bergengsi tingkat nasional dengan meraih Nominasi Kategori Fiksi Bandhawa Indonesian Students Movie Awards (ISMA) serta Nominasi Kategori Fiksi Saraswati Award Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ).

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Capaian tersebut menjadi bukti bahwa karya sineas muda Banua mampu bersaing dengan ratusan film pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Film yang diproduksi pada tahun 2025 ini mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni penyalahgunaan bantuan atau donasi yang seharusnya diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan.

Film “Untung” diproduksi oleh tim kreatif muda dengan susunan produksi yang terdiri atas Khaliza Amelia sebagai Producer, Fatimah Azzahra sebagai Director, serta Muhammad Noval Noor yang berperan sebagai Assistant Director sekaligus Script Writer.

Proses distribusi film ke berbagai festival dilakukan oleh M. Rizal, S.Pd, Guru Produktif Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin sekaligus Founder AruSinema. M. Rizal, S.Pd menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih oleh para siswa.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian film pendek fiksi Untung yang mampu bersaing di tingkat nasional bersama ratusan karya film pelajar lainnya. Sebagai pendidik sekaligus distributor film ini, tentu menjadi kebanggaan tersendiri melihat semangat dan kualitas karya para siswa yang terus berkembang,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa prestasi tersebut bukanlah capaian yang datang secara instan, melainkan hasil dari budaya berkarya yang telah lama tumbuh di Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin.

“Sebelum menjadi guru di Broadcasting dan Perfilman, saya juga merupakan salah satu siswa sekaligus alumninya. Sejak dahulu program keahlian ini dikenal memiliki tradisi prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Jika dicatat, saat ini sudah lebih dari 70 prestasi berhasil diraih di berbagai jenjang. Tentu ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus menjaga dan melanjutkan tren positif tersebut bersama para siswa,” ungkap pendidik berusia 24 tahun tersebut.

Film “Untung” bercerita tentang Untung (17), seorang siswa SMA yang menerima donasi setelah mengalami kecelakaan. Namun bantuan tersebut justru disalahgunakan oleh orang tuanya demi kepentingan pribadi.

Kisah sederhana ini menjadi pintu masuk untuk mengangkat persoalan korupsi dalam bentuk yang kerap dianggap sepele, tetapi memiliki dampak moral yang besar.

Sutradara Fatimah Azzahra menjelaskan bahwa film ini lahir dari keinginan tim untuk menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat.

“Film Untung merupakan cerminan realitas yang kita hadapi sehari-hari. Kesempitan ekonomi terkadang menjadi alasan seseorang melakukan tindakan yang mengikis integritas. Melalui film ini kami ingin mengajak penonton berdiskusi, berefleksi, serta berpikir lebih kritis mengenai berbagai bentuk korupsi yang mungkin terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Senada dengan itu, produser Khaliza Amelia menuturkan bahwa film ini dikemas melalui pendekatan ironi dan sentuhan komedi gelap agar pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dengan penonton.

“Kisah ini memperlihatkan bagaimana manusia menghadapi musibah dengan berbagai reaksi yang tidak terduga. Lewat ironi dan sedikit sentuhan komedi gelap, kami ingin menghadirkan cerita yang mampu memancing tawa sekaligus mengajak penonton merenung tentang sisi manusia yang sering muncul dalam situasi sulit,” tuturnya.

Sementara itu, penulis naskah Muhammad Noval Noor berharap film ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyalahgunaan bantuan yang sering kali dianggap sebagai pelanggaran kecil.

“Melalui film Untung, kami ingin memberikan pencerahan bahwa penyalahgunaan bantuan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Walaupun terlihat sepele, perilaku tersebut memiliki nilai moral yang sama buruknya dengan praktik korupsi dalam skala besar. Kami berharap film ini dapat mengajak masyarakat mengenali berbagai bentuk korupsi yang mungkin dilakukan tanpa disadari,” katanya.

Keberhasilan tersebut juga melanjutkan rekam jejak prestasi yang telah diraih film Untung, di antaranya menjadi Official Selection Mini Bioskop Layar Cinema Kita melalui program Tribute to Vercerion, Official Selection Mini Bioskop Ruang Layar Skengha dalam program Mendadak Mendidik, serta Nominasi Film Pendek Fiksi Nasional Kategori Pelajar pada UCIFEST #17 UMN Animation & Film Festival.

Masuknya film Untung ke dalam dua nominasi festival nasional kembali memperkuat posisi SMK Negeri 3 Banjarmasin sebagai salah satu sekolah vokasi yang konsisten melahirkan karya-karya perfilman berkualitas.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan insan kreatif yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial melalui medium film.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berani menyuarakan gagasan, serta memanfaatkan film sebagai media edukasi, kritik sosial, dan perubahan positif bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *