Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cindai Alus Barokah, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, terus mengembangkan unit usahanya sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.
BANJAR,koranbanjar.com – Hingga saat ini, total dana yang dikelola BUMDes Cindai Alus Barokah Bersama mencapai kurang lebih Rp340 juta.
Pengelolaan usaha tersebut mulai berjalan sejak pertengahan 2025, dengan fokus pada dua sektor, yakni toko sembako dan usaha ternak ayam petelur sebanyak sekitar 1.000 ekor.
Ketua BUMDes Cindai Alus Barokah, Muh Ngidi, mengatakan keberadaan BUMDes diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Dengan adanya usaha BUMDes ini, poin utamanya adalah dari masyarakat kembali untuk masyarakat,” ujarnya, pada Senin 17/8/2026.
Menurutnya, keberadaan toko sembako tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Selain melayani kebutuhan harian, toko sembako BUMDes Cindai Alus Barokah juga memberikan kemudahan bagi warga yang sedang menggelar berbagai kegiatan atau hajatan, seperti perkawinan, khitanan maupun acara besar lainnya.
“Biasanya kami juga memberikan keringanan bagi warga yang akan menggelar hajatan besar seperti pengantinan dan lain-lain. Mereka bisa mengambil barang-barang kebutuhan terlebih dahulu di sini,” ungkap Muh Ngidi
Ia berharap keberadaan toko sembako dan usaha ternak ayam petelur dapat membantu menjaga ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Desa Cindai Alus.
Pengelolaan dana BUMDes tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Desa Cindai Alus dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Dana yang dialokasikan melalui pemerintah desa diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha yang memiliki manfaat langsung bagi warga.
Pembakal Desa Cindai Alus, Munahar, menekankan pentingnya pengelolaan dana BUMDes secara transparan dan bertanggung jawab agar usaha yang dijalankan dapat berkembang serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Investasi ini ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan ekonomi warga setempat,” demikian penekanannya.
Pengembangan BUMDes Cindai Alus Barokah diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi desa, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Secara strategis, BUMDes memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian desa melalui pengelolaan potensi lokal secara optimal.
Selain meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), keberadaan BUMDes juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperkuat kemandirian ekonomi serta mendorong partisipasi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang profesional, transparan dan melibatkan masyarakat, BUMDes Cindai Alus Barokah diharapkan dapat terus berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Orientasi usaha pun tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dapat kembali dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian Desa Cindai Alus. (kan/dya)













