Pemerintah Kota Banjarbaru resmi melepas keberangkatan Kafilah Kota Banjarbaru yang akan berlaga di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
BANJARBARU,koranbanjar com – Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Bina Satria, DPRD Kota Banjarbaru, pada Kamis (18/6/2026) siang.
Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Rizana Mirza, hadir secara resmi untuk melepas rombongan yang akan bertolak menuju Kabupaten Barito Kuala (Batola) selaku tuan rumah.
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten I, Wali Kota Lisa Halaby menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Banjarbaru.
Kerja keras tim dalam membimbing para peserta, khususnya selama masa Training Center (TC) yang intensif sejak Mei lalu, mendapat pujian khusus.
Secara khusus, Wali Kota meminta para qari dan qariah untuk menjaga mental bertanding dan tampil lepas tanpa terbebani oleh target juara.
“Saya tetap konsisten pada pesan saya, bahwa yang utama adalah bagaimana kita fokus menampilkan kemampuan terbaik dengan niat suci untuk beribadah karena Allah Subhanahu Wata’ala,” ujar Rizana Mirza saat membacakan amanat Wali Kota Lisa Halaby.
Selain itu, Rizana menegaskan bahwa Pemkot Banjarbaru berkomitmen penuh mendukung kafilah, mulai dari memfasilitasi TC, menyediakan sarana prasarana, hingga pendampingan melekat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas, kekompakan, dan ukhuwah selama kompetisi berlangsung.
”Upaya semaksimal mungkin harus dilakukan untuk menampilkan penampilan terbaik. Namun di samping prestasi, tujuan utamanya adalah membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kafilah Banjarbaru berkekuatan total 100 orang, yang terdiri dari 54 Peserta (Qari/Qariah),46 Pendamping dan Official
Seluruh peserta merupakan hasil seleksi ketat di tingkat kota dan mayoritas adalah putra-putri daerah yang dibina secara berjenjang.
Hal ini menegaskan berjalannya program regenerasi kafilah di Banjarbaru. Tahun ini, Banjarbaru dipastikan mengikuti seluruh cabang lomba yang dimusabaqahkan.
Semantara itu Ketua 1 LPTQ Banjarbaru, Anang Parjono Rizali, menyatakan bahwa persiapan tahun ini berjalan sangat maksimal, bahkan dinilai lebih matang ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
”Alhamdulillah, persiapan kita sudah maksimal. Bahkan persiapan kali ini lebih baik dari pelaksanaan MTQ provinsi sebelumnya. Harapannya tentu bisa menghasilkan yang terbaik,” ungkap Anang.
Selain kesiapan teknis, ungkap Anang Parjono, faktor non-teknis seperti cuaca ekstrem di Batola juga menjadi perhatian serius.
Menghadapi suhu panas yang cukup tinggi di lokasi acara, tim official memprioritaskan stabilitas kesehatan fisik dan kebugaran para peserta agar tetap prima saat tampil.
Mengenai target, Anang Parjono mengungkapkan bahwa raihan peringkat ketujuh pada MTQ sebelumnya menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi besar.
Kali ini, Banjarbaru membidik posisi yang lebih tinggi.
Harapannya bisa meningkat dari peringkat ketujuh menuju lima besar. Kalau bisa masuk lebih dari itu tentu lebih baik lagi.
“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Kota Banjarbaru,” pungkasnya dengan nada optimis. (kan/dya)













