Demi Menuntut Ilmu, Murid SD di Mantuil Rela Jatuh dan Basah Kuyup di Jalan Rusak

Dua murid SDN Basirih 10 melepas seragam saat pulang berjalan di jalan terendam air pasang sungai, Selasa (2/6/2026). (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Tidak semua anak berangkat sekolah dengan nyaman. Di Simpang Jelai, Mantuil, Kota Banjarmasin, sebagian murid SDN Basirih 10 harus rela jatuh, terpeleset, bahkan pulang dengan seragam basah kuyup akibat jalan rusak dan terendam air pasang. Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus belajar.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Semangat belajar para siswa SDN Basirih 10 patut mendapat apresiasi. Meski harus menghadapi kondisi jalan yang rusak dan terendam air pasang, mereka tetap berangkat sekolah setiap hari.

Pantauan di Jalan Tembus Mantuil, RT 20 Simpang Jelai, menunjukkan sejumlah siswa berjalan perlahan melewati genangan air yang menutupi badan jalan.

Beberapa siswa terlihat menenteng sepatu, sementara yang lain memilih tidak mengenakan sepatu sama sekali.

Menurut warga setempat, kejadian siswa terpeleset dan jatuh bukan hal yang jarang terjadi.

“Sering jatuh karena jalan licin dan tidak kelihatan lagi mana badan jalan dan mana yang berlubang,” ujar Majdi saat berada di lokasi jalan terendam air menuju SDN Basirih 10 tersebut, Selasa (2/6/2026).

Meski demikian, anak-anak tetap bangkit dan melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah.

Tokoh masyarakat setempat, Sefi’i berharap anggota DPRD Kota Banjarmasin yang berasal dari daerah pemilihan setempat dapat turun langsung melihat kondisi tersebut.

Menurutnya, melihat langsung perjuangan para siswa akan membuka mata banyak pihak bahwa masih ada akses pendidikan yang membutuhkan perhatian serius.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa sekolah dengan aman dan layak seperti anak-anak di tempat lain,” tuturnya. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *