Drainase Dibongkar, Genangan di Lingkar Selatan Basirih Mulai Teratasi

Dinas PUPR Kota Banjarmasin mulai melakukan penanganan saluran drainase di jalan turunan jembatan kembar Basirih Selatan, Banjarmasin. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Genangan air puluhan tahun yang selama ini merendam kawasan turunan Jembatan Kembar di Jalan Raya Lingkar Selatan, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, mulai ditangani serius oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Melalui pasukan turbo Dinas PUPR Kota Banjarmasin, pengerjaan pembongkaran dan pembersihan drainase yang tertutup tanah serta debu langsung dilakukan di lokasi genangan.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Petugas lapangan Dinas PUPR tampak berjibaku menggali saluran air yang selama ini tertutup sedimentasi, sehingga aliran air tidak berjalan normal.

Setelah saluran drainase berhasil dibuka, genangan air perlahan mulai surut dan mengalir menuju drainase yang telah dibersihkan oleh petugas. Pemerintah Kota Banjarmasin juga berencana memperbaharui sistem drainase di kawasan tersebut dengan pembangunan gorong-gorong permanen.

Dari pantauan pada Minggu (24/5/2026), sejumlah gorong-gorong terlihat sudah disiapkan untuk pembangunan infrastruktur saluran pembuangan air yang nantinya diarahkan menuju Sungai Martapura.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada lagi genangan yang meluber hingga ke badan Jalan Lingkar Selatan yang merupakan jalur penting arus lalu lintas provinsi.

Selama ini, genangan di kawasan tersebut kerap membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Selain air yang cukup dalam, di bawah genangan juga terdapat lubang-lubang jalan rusak yang cukup ekstrem sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

Warga sekitar bernama Ida mengaku sangat bersyukur atas penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota banjarmasin melalui Dinas PUPR.

“Saya sebagai warga sudah mulai merasa nyaman lewat situ dan sudah tidak ragu-ragu lagi. Kalau sebelumnya airnya cukup dalam dan di bawahnya ada lubang besar, jadi takut juga kalau terjatuh,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Robi, salah satu pengguna jalan. Ia mengatakan kini dirinya sudah tidak terlalu was-was melintasi kawasan tersebut karena kondisi jalan mulai terlihat setelah air surut.

“Waktu masih tergenang saya takut melewati situ, karena sudah beberapa kali ada pengendara jatuh,” katanya.

Sementara itu, pengguna jalan lainnya, Indra, berharap penanganan drainase tersebut dilakukan secara permanen agar tidak ada lagi genangan yang membahayakan masyarakat.

“Kalau airnya dalam, lubangnya tidak terlihat dan itu sangat ekstrem. Mudah-mudahan drainasenya benar-benar permanen supaya tidak ada lagi genangan di sini,” harapnya. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *