Banjar  

Dorong Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banjar Target Nasional 2029, Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Korve

Menteri Hanif kerja bakti (korve) yang dilaksanakan di Taman Cahaya Bumi Selamat dan Pasar Batuah, Martapura. Senin (20/4/2026).(Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar, dirangkai dengan pimpin apel dan kerja bakti (korve) yang dilaksanakan di Taman Cahaya Bumi Selamat dan Pasar Batuah, Martapura. Senin (20/4/2026).

BANJAR,koranbanjar,com –  Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Wakil Bupati Banjar, jajaran kepala SKPD se-Kabupaten Banjar, staf ahli, asisten, serta unsur Forkopimda dan masyarakat.

Hanif Faisol menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Ia menyebut, arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden untuk mempercepat penanganan persoalan sampah di seluruh daerah sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.

“Permasalahan sampah adalah persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan. Jika kita ingin mencapai Indonesia maju pada 2045, maka tata kelola sampah harus menjadi fokus utama,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, produksi sampah di Kabupaten Banjar saat ini mencapai sekitar 365 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 73 persen telah tertangani dan dikelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kencana, sementara sekitar 27 persen masih perlu penanganan lebih serius.

Hanif juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tahapan penting menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Setelah open dumping dihentikan, kita masuk ke tahap berikutnya, yakni mengurangi sampah organik masuk ke TPA. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun harus diselesaikan di sumbernya,” jelasnya.

Artinya hanya sampah residu dan anorganik yang diperbolehkan masuk ke TPA, dengan penerapan sistem controlled landfill guna mengurangi dampak lingkungan.

Lebih lanjut, ia berharap Kabupaten Banjar dapat menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah serta mampu meraih penghargaan Adipura pada 2026.

Menurut Hanif capaian daerah tersebut sudah cukup baik, namun masih perlu peningkatan dalam aspek perencanaan, anggaran, dan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kebersihan dan pengelolaan sampah di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari sosialisasi hingga pemberdayaan masyarakat melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM).

“Adipura bukan hal baru bagi Kabupaten Banjar. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian tersebut melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Saidi, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat melalui pengelolaan berbasis komunitas.

Usai apel, Hanif didampingi Saidi Mansyur, Wakil Bupati Said Idrus Al Habsyi, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas melakukan korve dengan membersihkan lingkungan Pasar Batuah.

Kegiatan apel dan korve ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *