Banjar  

BPBD Kabupaten Banjar Gelar Penanganan Mitigasi Bencana Karhutla di Desa Cindai Alus

Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Kabupaten Banjar gelar kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Kamis (16/4/2026) di Cindai Alus. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar gelar kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), yang merupakan bagian dari upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan pencegahan bencana agar berjalan komprehensif berlangsung di Aula Kantor Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura, pada Kamis 16/4/2026).

BANJAR,koranbanjar,com – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesipsiagaan (PK) H Abdullah Fahtar menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Musrenbang 2025 sebagai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menghadapi potensi daerah rawan bencana termasuk kebakaran hutan dan lahan.

“Pelaksanaan ini kami laksanakan, sesuai petunjuk dari BNPB dan untuk peserta kurang lebih sebanyak 80 orang yang terdiri dari aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, Linmas, dan tim penggerak PKK Desa Cindai Alus,” ujar Fahtar.

Ia juga menyampaikan adapun sosialisasi materi itu merupakan penanganan mitigasi bencana menghadapi cuaca ekstrim.

Di mana BMKG Provinsi Kalimantan Selatan mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk mewaspadai dengan adanya cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan yang lebih utama ditekankan.

“Karena berdasarkan kajian risiko bencana bersama LPPM Unlam (Prodi Kehutanan), Desa Cindai Alus ini berada dalam peta bahaya dan risiko tinggi, terutama karena berada di jalur penerbangan internasional/nasional Bandara Syamsudin Noor,” paparnya.

Menurut Fahtar hal itu sesuai dengan amanah Bapak Presiden, seluruh jajaran BPBD ditekan tidak ada satu titik asap adalah harga mati yang ada di daerah Kalimantan Selatan khususnya daerah Kabupaten Banjar.

“Untuk itulah kami menyiapkan dulu tim siaga bencana desa yang nantinya akan dibentuk oleh Pambakal Desa Cindai Alus untuk penanganan-penanganan secara kemandirian yang mana penyelenggaraan penanggung bencana yang berbasis masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan larangan keras kepada masyarakat agar tidak ada yang membuka lahan, ataupun berkebun, ataupun lainnya untuk melakukan dengan cara membakar.

Lanjut Fahtar, pihaknya juga ada melakukan penghematan energi, terutama air, penggunaan air, efektivitas dan efisiensi air untuk penanganan kebencanaan.

“Kami mengharapkan juga nanti Cindai Alus ini akan memiliki embung sebagai cadangan air untuk penanganan-penanganan kedaruratan terutama Karhutla,” tutupnya.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan implementasi visi-misi Kepala Daerah untuk memastikan Kabupaten Banjar tangguh menghadapi fenomena El Nino Gorilla melalui kesiapsiagaan masyarakat sejak dini.

Kegiatan sosialisasi PRB ini sendiri bersumber dari APBD Kabupaten Banjar melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD BPBD Kabupaten Banjar Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *