Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar Meninjau Kondisi SDN Jawa Laut 1 Martapura

Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar meninjau bangunan SDN Jawa Laut 1 Martapura yang dinilai memprihatinkan, Sabtu (4/4/2026). (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar meninjau bangunan SDN Jawa Laut 1 Martapura yang dinilai memprihatinkan, Sabtu (4/4/2026).

BANJAR,koranbanjar.com – Pihak DPRD Kabupaten Banjar dorong Dinas Pendidikan segera prioritaskan revitalisasi total terkait kondisi bangunan SDN Jawa Laut 1 yang memprihatinkan dan tidak layak secara teknis.

Ini dinilai mengganggu kenyamanan belajar dan mengancam keamanan siswa. yang berlokasi di Jalan Cempaka Gang Flamboyan, Kelurahan Jawa Laut, Kecamatan Martapura.

Kunjungan langsung Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar tersebut dilakukan untuk melihat dan memastikan bahwa bangunan sekolah yang saat ini dinilai memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Sejumlah bagian bangunan terlihat mengalami kerusakan yang cukup serius sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Kepala SDN Jawa Laut 1, Andrianci, mengungkapkan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh DPRD, khususnya Komisi IV, yang telah turun langsung melihat kondisi sekolah.

“Kami sangat berterima kasih karena ada perhatian dari Ibu Dewan Komisi IV yang telah menanggapi langsung kondisi sekolah kami. Harapan kami, sekolah ini bisa menjadi prioritas untuk segera direvitalisasi,” ucapnya.

Andrianci berharap perbaikan tidak harus menunggu hingga tahun 2027, melainkan dapat direalisasikan pada 2026 agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi guru maupun siswa.

Ia juga memaparkan untuk jumlah siswa di SDN Jawa Laut 1 Martapura tercatat sebanyak 40 orang dari kelas satu hingga kelas enam.

Kepala Sekolah meyakini rendahnya minat orang tua salah satunya disebabkan oleh sarana prasarana yang rusak. Juga sulit dan lambatnya mendapat bantuan.

Meski jumlahnya relatif sedikit, pihak sekolah optimistis minat masyarakat akan meningkat apabila fasilitas sekolah diperbaiki.

Kareana ada kekhawatiran bahwa kondisi bangunan yang buruk akan membuat siswa tidak bersemangat dan orang tua tidak tertarik menyekolahkan anaknya di sana.

“Kalau sekolah ini dibangun dengan fisik yang bagus dan didukung tenaga pengajar yang cukup, kami yakin minat masyarakat akan meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu di tempat yang sama, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar dari fraksi PPP, Hj. Fitriyah, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera meminta data riil dari Dinas Pendidikan terkait kondisi sekolah-sekolah di Kabupaten Banjar, termasuk kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Fitriyah politisi dari PPP ini juga mencontohkan, bahwa sejumlah sekolah di wilayah Kertak Hanyar yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir telah berhasil diperbaiki melalui mekanisme Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Ke depan, kami akan terus melakukan pendataan dan mendorong perbaikan sekolah-sekolah yang membutuhkan, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik sesuai visi dan misi pemerintah daerah,” terangnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan revitalisasi SDN Jawa Laut 1 Martapura, sehingga siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.

Tegas Hj. Fitriyah bahwa anggota DPRD Kabupaten Banjar akan terus melakukan pengawasan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk memastikan kemajuan pembangunan sekolah di setiap kecamatan.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Mahriansyah membenarkan hal tersebut selain dipengaruhi oleh usia bangunan yang sudah lama serta material struktur yang didominasi kayu.

Bahwa banjir yang melanda pada awal 2026 lalu turut memperparah kondisi bangunan sekolah.

pihaknya juga sudah langsung melakukan pengusulan dan mengajukan perbaikan melalui tiga jalur sekaligus.

Sedangkan untuk revitalisasi total SDN Jawa Laut 1, Disdik memperkirakan anggaran yang dibutuhkan berkisar hingga Rp2,7 miliar.

Karena idealnya bangunan harus ditinggikan agar tidak terus terendam banjir tahunan.

Disdik juga menegaskan SDN Jawa Laut 1 Martapura ini memang menjadi salah satu yang masuk kategori terdampak yang membutuhkan penanganan serius. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *