‎Lebaran 2026, Jalan Lingkar Selatan Banjarmasin Rusak Parah, Warga Jadi Korban dan Sorotan Publik Menguat

Kondisi jalan rusak parah di Lingkar Selatan Banjarmasin kerap menimbulkan insiden. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Di tengah suasana Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026, kondisi Jalan Lingkar Selatan di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kelurahan Basirih Selatan, memantik keprihatinan luas. Kerusakan jalan yang telah berlangsung hampir satu dekade kini tak hanya dikeluhkan pengguna jalan, tetapi juga ramai disorot publik, termasuk di media sosial.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Kerusakan Jalan Lingkar Selatan Banjarmasin kembali menjadi perhatian serius, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat tajam pada momentum Lebaran.

‎Dari pantauan koranbanjar.com, Sabtu (21/3/2026), Jalan yang berfungsi sebagai akses penting dan termasuk lintas provinsi ini dilaporkan mengalami kerusakan berat selama kurang lebih sepuluh tahun tanpa perbaikan signifikan.

‎Di sejumlah titik, jalan dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi, permukaan aspal terkelupas, serta genangan air yang kerap menutupi lubang.

‎Hal ini semakin diperparah dengan minimnya penerangan jalan pada malam hari, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Kondisi memprihatinkan tersebut akhirnya memicu sorotan publik yang semakin meluas.

‎Tidak hanya di lapangan, keluhan juga ramai bermunculan di media sosial melalui postingan video reels yang diunggah.

‎Warga kemudian membagikan pengalaman pribadi lewat tanggapannya di kolom komentar, saat melintasi jalan tersebut yang pada umumnya mengeluhkan persoalan serupa, kerusakan yang tak kunjung diperbaiki.

‎Sejumlah komentar dari warganet mencerminkan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah daerah. Bahkan, tidak sedikit yang menilai adanya kesan pembiaran tanpa upaya perbaikan permanen.

‎“Jangankan diaspal secara permanen, ditambal sulam pun kedada (tidak ada). Ini kan Lebaran, orang banyak bersilaturahmi ke tempat kawan, kerabat, saudara,” tulis akun @ahmad di Facebook.

‎Keluhan serupa juga disampaikan warganet lain yang menyoroti tingginya risiko kecelakaan di jalur tersebut. Selain kondisi jalan yang rusak, kawasan ini dikenal sebagai jalur dengan arus lalu lintas relatif cepat.

‎“Sudah sering terjadi kecelakaan, tidak bisa dihitung lagi,” tulis akun @Fazri.

‎Pantauan menunjukkan, hingga saat ini unggahan terkait kondisi Jalan Lingkar Selatan terus mendapat perhatian dan interaksi dari masyarakat.

‎Komentar dan tayangan pada konten-konten tersebut pun terus meningkat, menandakan tingginya kepedulian sekaligus keresahan publik.

Kondisi jalan rusak di Lingkar Selatan Banjarmasin. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Meski secara kewenangan jalan tersebut berada di bawah Balai Jalan Nasional, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam.

‎Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun Pemerintah Kota Banjarmasin dinilai perlu mengambil langkah konkret, baik melalui koordinasi intensif maupun penanganan darurat guna meminimalisasi risiko kecelakaan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan Jalan Lingkar Selatan tersebut.

Sebelumnya Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri menjelaskan bahwa Jalan Lingkar Selatan merupakan kewenangan Balai Jalan Nasional, sehingga perbaikannya berada di bawah pemerintah pusat. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan.

‎Selain itu, ia menyoroti tidak adanya perwakilan legislator asal Kalimantan Selatan di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan perjuangan aspirasi daerah di tingkat pusat.

‎“Inilah salah satu kendala kita dalam memperjuangkan kebutuhan infrastruktur ke pusat. Di sisi lain, anggota dewan juga harus menjalankan instruksi partai,” tuturnya. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *