Sebanyak 123 relawan pemadam kebakaran yang tergabung di bawah naungan Buser 690 Kabupaten Banjar mendapatkan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Pemerintah Kabupaten Banjar.
BANJAR, koranbanjar.com – Bantuan tersebut sebanyak 350 set APD dan disalurkan kepada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) atau Pemadam Kebakaran (PMK) yang terdaftar di bawah Buser 690, berlangsung dikantor DKPP Kabupaten Banjar pada Senin (14/9/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus apresiasi pemerintah daerah terhadap para relawan yang selama ini berperan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran.
“Ini aspirasi dari rekan-rekan relawan yang khususnya bernaung di bawah Buser 690 dan sudah terakomodir. Ini wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memberikan apresiasi dan reward kepada mereka yang selama ini sangat berjasa kepada masyarakat,” ujar Agus.
Menurutnya, peran relawan tidak hanya dalam menangani kebakaran permukiman, tetapi juga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini menjadi perhatian serius.
“Ini wujud sinergi kita antara pemerintah dengan para relawan, khususnya yang bernaung di bawah Buser 690,” katanya.
Agus menjelaskan, setiap unit BPK mendapatkan bantuan dalam jumlah berbeda, mulai dari dua hingga empat set, disesuaikan dengan jumlah personel, kelengkapan peralatan serta data yang telah disampaikan.
“Seyogianya semua mendapatkan, tetapi kemampuan kita belum sejauh itu. Pembagiannya berdasarkan porsi dan data yang diserahkan,” jelasnya.
Satu set APD yang diberikan terdiri atas fire jacket, celana pelindung dan sarung tangan. Bantuan tersebut diperuntukkan sebagai perlindungan bagi relawan saat menjalankan tugas di lapangan.
Agus menambahkan, pemerintah daerah juga berencana memberikan dukungan berupa mesin pompa atau Alkon bagi para relawan. Rencana tersebut, kata dia, akan diusulkan dalam anggaran murni tahun 2027.
“Insya Allah sesuai yang dijanjikan Ketua Komisi I, pada anggaran murni tahun 2027 akan diusulkan untuk pengadaan mesin Alkon yang nantinya dibagikan kepada para relawan BPK,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Buser 690, Hasan Hamdan, mengatakan sebanyak 350 set APD tersebut akan disalurkan kepada BPK dan PMK se-Kabupaten Banjar yang telah terdaftar di bawah naungan Buser 690.
Ia menjelaskan, jumlah APD yang diterima masing-masing unit disesuaikan dengan kondisi dan jumlah personel.
Unit dengan jumlah personel lebih banyak serta kelengkapan operasional yang lebih besar mendapatkan porsi lebih banyak, dengan jumlah maksimal empat set.
“Untuk satu unit ada yang mendapatkan dua, tiga, bahkan empat set. Tergantung banyaknya personel dan lengkapnya peralatan serta kebutuhan operasionalnya. Maksimal empat set,” jelas Hasan.
Hasan juga menyebutkan, sebelumnya Buser 690 telah menyampaikan aturan terkait wilayah operasional kepada para relawan. Setiap BPK diharapkan menjalankan tugas sesuai zona atau wilayah yang telah ditentukan.
“Dari awal sudah kita sampaikan. Kita melarang, tetapi kita juga memberikan solusi. Salah satu solusi yang sekarang mereka dapat adalah bantuan APD ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembagian wilayah tersebut bukan untuk membatasi semangat para relawan dalam membantu, melainkan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan terkoordinasi dan efektif.
“Untuk wilayah sebenarnya sudah ada zonasi. Mereka diperbolehkan membantu, tetapi di zona masing-masing dan wilayahnya masing-masing,” katanya.
Selain bantuan APD, dukungan terhadap operasional relawan juga datang melalui bantuan dana CSR sekitar Rp50 juta yang disampaikan Bupati Banjar untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan para relawan dalam menghadapi kebakaran permukiman maupun karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Pemkab Banjar bersama Buser 690 pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan relawan, baik melalui penyediaan perlengkapan keselamatan maupun dukungan sarana operasional secara bertahap. (bay)













