Festival Panggang Kaluk kembali digelar di Kecamatan Kutipan, Kamis (27/8/2026). Diikuti seluruh desa yang ada di sana.
MARABAHAN, koranbanjar.com – Festival panggang kaluk yang digelar untuk ketiga kalinya ini sedikit berbeda. Hal tersebut dikarenakan terasa lebih lengkap dengan kehadiran pameran UMKM warga setempat.
Camat Kuripan, Zulfikar menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Festival Panggang Kaluk. Serta berharap agar UMKM di Kecamatan Kuripan memperoleh pembinaan lanjutan dari Diskopperindag Kabupaten Barito Kuala. Sehingga produk masyarakat tidak hanya hadir dalam kegiatan festival, tetapi mampu berkembang dari sisi kualitas, legalitas, produksi, pemasaran, hingga akses pembiayaan.
Hal tersebut dijawab langsung Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Barito Kuala Hery Sasmita. Dirinya mengatakan Diskopperindag Barito Kuala siap untuk melakukan pembinaan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Dalam waktu dekat Kabupaten Barito Kuala akan memiliki Smart Service Centre Pusat Layanan Usaha Terpadu (SSC PLUT) UMKM BAIMAN, sebuah model pelayanan terpadu yang dirancang untuk mengubah pola pembinaan UMKM menjadi lebih komprehensif, terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha,” ujar Hery.
Melalui SSC PLUT UMKM BAIMAN, pelaku UMKM akan didukung mulai dari data tunggal terpadu Kemudian diarahkan memperoleh layanan konsultasi sesuai kebutuhannya pada lima bidang utama. Seperti kelembagaan, sumber daya manusia, produksi, pemasaran, dan pembiayaan.
Dengan pola tersebut, pembinaan UMKM tidak lagi dilakukan secara parsial. Data dan kebutuhan setiap pelaku usaha dapat dipetakan sehingga intervensi pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, maupun stakeholder lainnya dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
“Permintaan pembinaan UMKM dari Kecamatan Kuripan tentu akan kami tindak lanjuti. SSC PLUT UMKM BAIMAN sebagai wadah pembinaan UMKM secara komprehensif, mulai dari data terpadu hingga konsultasi kelembagaan, SDM, produksi, pemasaran dan pembiayaan,” tutup Hery.
Untuk diketahui panggang kaluk merupakan salah satu kekayaan kuliner masyarakat Kuripan yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi. Karena itu, festival tidak semata-mata diarahkan untuk mencari sajian terbaik, tetapi juga membangun kesadaran bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah.
(max/rth)













