Ajak Pemuda Pemula Untuk Berwirausaha

Sebanyak 80 pelajar/pemuda mengikuti sosialisasi Kreativas Pemuda Pemula Dalam Berwirausaha. (Foto : Ahmad Mubarak/koranbanjar.com)

Siapkan wirausaha muda, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) menggelar Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan, melalui Sosialisasi Wirausaha Muda Pemula, Kamis (09/07/2026) di Aula Mufakat Marabahan.

BATOLA, Koranbanjar.com – Sosialisasi ini diikuti 80 pelajar dari murid-murid SMA Negeri 1 Marabahan, SMK Negeri 1 Marabahan, dan MA Negeri 1 Barito Kuala.

“Sosialisasi ini sangat penting karena selain meningkatkan kapasitas dan daya saing kepemudaan, juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya wirausaha sebagai pilihan karir,” ujar Kepala Disporbudpar Batola, Sirpan.

Sirpan mengatakan membangkitkan minat untuk memulai usaha sendiri dalam mengembangkan kreativitas, bisa juga memberikan edukasi perubahan sosial lingkungan maupun skala yang lebih besar.

“Semangat untuk generasi muda. Selalu lakukan hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Widya Astuti, Ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan minat wirausaha muda untuk mengembangkan kreativitas dalam berwirausaha dan membangun keterampilan. Serta pengetahuan wirausaha muda pemula dalam pengembangan ide-ide kreatif dan inovatif.

Sosialisasi ini sendiri menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Denny Saputra, Tim Ahli Bupati (TAB) Batola Bidang Pemerintahan dan Politik, Ahmad Safari Ramadani, serta Novya Maharanie selaku Kabid Koperasi Usaha Mikro Diskopperindag Batola.

Denny Saputra menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel telah memiliki berbagai kebijakan dan program yang mendorong pertumbuhan kewirausahaan di kalangan pemuda. Beberapa di antaranya adalah pelatihan digital marketing, pelatihan manajemen kewirausahaan, pelatihan public speaking, seminar kepemudaan hingga lomba kreativitas pemuda.

Sementara itu Safari membagikan lima pertimbangan yang perlu diperhatikan, mulai dari memperhatikan kebutuhan Gen Z, modal terjangkau, memiliki ciri khas produk, mudah diperoleh konsumen, dan memanfaatkan potensi daerah. Serta pemanfaatan teknologi digital dalam strategi pemasaran.

Beberapa langkah yang disarankan adalah menggunakan media sosial paling populer.

(max/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *