Pasca ribuan ikan mati massal di Karang Intan. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Sutiyono, memastikan pihaknya terus memantau kualitas air menyusul dugaan pencemaran yang terjadi di sejumlah titik perairan.
BANJAR,koranbanjar.com – Sutiyono mengatakan, pengambilan sampel air telah dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan salah satu parameter kualitas air hanya berada di angka 1,6, jauh di bawah nilai standar yang seharusnya mencapai 5.
Kondisi tersebut menjadi indikasi adanya penurunan kualitas air yang masih terus didalami.
“Hari itu dilakukan pengambilan sampel air. Dari hasil sementara, ada parameter yang nilainya 1,6, sementara standar yang seharusnya 5. Ini menjadi salah satu indikasi yang kami dalami selain hasil dari titik-titik pengambilan sampel lainnya,” ujar Sutiyono.
Terkait keamanan air bagi masyarakat, ia menegaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengawasan dan kajian lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak mengonsumsi air dari wilayah yang terdampak hingga hasil uji laboratorium menyatakan kondisi air kembali aman.
“Untuk sementara, masyarakat tidak bisa mengonsumsi air tersebut sampai ada kepastian bahwa kualitas air sudah kembali aman,” katanya.
Dalam upaya penanganan dampak pencemaran, DPRKPLH Kabupaten Banjar bekerja sama dengan berbagai instansi melalui penanganan terpadu yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemadam kebakaran, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya.
Tim gabungan juga melakukan pembersihan dan pengangkatan material yang diduga menjadi sumber pencemaran.
Sutiyono menjelaskan, dampak pencemaran diperkirakan meluas hingga kawasan Sungai Martapura bagian hilir.
Meski demikian, kondisi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan seiring berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan.
“Dampaknya diperkirakan sampai ke wilayah Sungai Martapura bagian hilir. Saat ini kondisinya mulai berkurang, mudah-mudahan dengan penanganan yang dilakukan kualitas air dapat segera pulih,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRKPLH Kabupaten Banjar akan terus menyampaikan perkembangan hasil pemantauan kepada masyarakat agar informasi mengenai kondisi kualitas air dapat diketahui secara berkala.
“Kami terus melakukan pembaruan informasi terkait kualitas air agar masyarakat mengetahui perkembangan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (kan/dya)













