Langkah bertahap yang dilakukan Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), untuk menjadikan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura menjadi sebuah kawasan berbasis syariah, sangat perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Mengingat PPS Martapura terletak di jantung Kota Martapura. Apalagi PPS Martapura berdekatan dengan pusat kegiatan religi Komplek Ar Raudhah Sekumpul yang identik dengan Kota Serambi Makkah.
MARTAPURA, koranbanjar.com – Sejak Januari 2026, Perumda Pasar Bauntung Batuah terus melakukan pentaan dan pembenahan terhadap Pusat Perbelanjaan Sekumpul Martapura yang tertelat di sekitar Jl A Yani Km 37 Kota Martapura, Kalsel.
Sebagai langkah awal, Perumda PBB sudah melakukan penataan terhadap kawasan parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut. Berikutnya, Pemerintah Daerah melakukan pengaspalan jalan serta pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum).
“Alhamdulillah, dengan dukungan Pemerintah Daerah jalan-jalan di lingkungan pasar itu (PPS Martapura) sudah diperbaiki dan diaspal. Lampu-lampu penerangan juga sudah dipasang,” demikian diutarakan Dirut Perumda PBB, Rusdiansyah kepada koranbanjar.com pada Rabu, (8/7/2026) kemarin.
Dikatakan, sebelum itu pihaknya juga sudah melakukan penataan terhadap para PKL, sehingga para PKL bisa mengisi bak-bak berjualan yang tersedia di dalam lokasi pasar, bukan di tepi jalan lagi.
Dia menginginkan agar PPS Martapura menjadi kawasan berbasis syariah, kawasan yang bersih dan nyaman dengan penataan yang lebih asri. Dengan begitu, ekonomi kerakyatan di kawasan itu dapat tumbuh dan berkembang.
Salah satu harapannya adalah terminal yang tersedia di kawasan PPS Martapura bisa menjadi terminal transit bagi pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan religi di Kompleks Ar Raudhah Martapura maupun untuk pengunjung yang ingin berziarah ke Sekumpul.
Ditanya tentang kemungkinan dibangunnya pasar modern di kawasan itu. Rusdi menambahkan, dari anggota DPRD Banjar memang pernah menyampaikan keinginan agar Kota Martapura juga memiliki sebuah mall seperti halnya di kota tetangga Banjarbaru. Namun semua itu masih sebatas wacana. Karena membangun pasar modern tidak mesti membangun sebuah mall, tetapi pasar serba ada yang repsentatif, nyaman bagi pedagang dan nyaman juga untuk pengunjung atau pembeli.
Untuk menjadikan PPS Martapura menjadi kawasan yang berbasis syariah, dia menyebutkan, dapat dilakukan dengan 2 opsi. Pertama menggunakan instrumen pembiayaan melalui APBD, namun bisa pula dengan menggandeng pihak swasta.
“Anggaran kita kan terbatas, Pemerintah Daerah juga memerlukan anggaran untuk keperluan-keperluan lain. Meski demikian, kita juga bisa melakukan dengan menggandeng investor swasta, tetapi investor lokal saja, supaya lebih mudah koordinasinya,” tutup Rusdi. (sir)













