Upaya yang dilakukan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Komisi III, H Gusti Abidinsyah ini patut mendapat apresiasi. Selama menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalsel, Abidinsyah aktif berkeliling kampung melakukan Sosialisasi Propemperda Rancangan Perda Peraturan Pengundang-undangan, sekaligus memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat. Salah satunya, memberikan pelatihan desain grafis untuk masyarakat secara gratis di Aula Kecamatan Gambut, Kamis, (2/6/2026) tadi.
KALSEL, koranbanjar.com – Anggota DPRD Provinsi Kalsel, H Gusti Abidinsyah telah melakukan sosialisasi Sosialisasi Propemperda Rancangan Perda Peraturan Pengundang-undangan di Aula Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Di waktu yang sama, dia juga menghadirkan 2 narasumber yang memberikan pelatihan desain grafis untuk masyarakat perwakilan setiap desa di Kecamatan Gambut.
Dalam pembukaan pelatihan, Abidinsyah menyampaikan, hari ini (Kamis, 2 Juli 2026), dia memfasilitasi pelatihan desain grafis dan visual untuk masyarakat.
“Saya tidak hanya bicara, kalau cuma bicara sampai rumah mungkin hilang. Sekarang saya mencoba mengaplikasikan ekonomi kreatif, salah satunya adalah mengadakan pelatihan desain grafis seperti hari ini,” ungkapnya.
Menurut dia, keterampilan desain grafis ini kalau belajar dengan pihak lain mungkin biayanya cukup besar. Apalagi sekarang media online, medsos lagi trend di tengah masyarakat. Dan ini bisa menghasilkan, kita mempromosikan produk ekonomi kerakyatan di desa. Ini sangat luar biasa. Insya Allah, mungkin belum ada yang melaksanakan pelatihan seperti ini,” tambahnya.

Kalau pun ada yang memberikan pelatihan, ujar Abidin, mungkin berbayar. Kalau ini tidak berbayar, melainkan gratis. Intinya adalah kreatifitas dan inovasi, bagaimana peserta bisa berinovasi melalui keterampilan desain grafis.
“Saya sudah mencoba, salah satu kepala desa di Kecamatan Astambul. Dari pelatihan tata boga, home industri kripik, kemudian mereka mempromosikan melalui online. Saya diminta untuk mengendorse, kemudian anak buah dari kepala desa tersebut bisa membuat desain grafis, alhamdulillah hanya dengan promosi menggunakan WhatsApp, banyak yang melihat produk keripik pisang itu, namun tentunya dengan desain grafis yang menarik,” kata dia.
Apalagi, sambungnya, mempromosikan melalui berbagai aplikasi media sosial, tentu akan tersebar luas dengan cepat. Inilah keuntungan bisa membuat desain grafis.
“Maksud saya, kalau sudah bisa memiliki keterampilan desain grafis, manfaatkan semaksimal mungkin. Karena selama ini, kalau kita tidak bisa membuat sendiri, kita akan menggunakan jasa orang lain. Dan kalau menggunakan jasa orang lain, pasti akan bayar. Nah, kalau bisa memiliki keterampilan sendiri, tentu tidak memerlukan biaya lagi,” ujarnya.
Ke depan, kata Abidinsyah, mudah-mudahan para peserta dapat mempromosikan sendiri produk-produk UMKM di desa masing-masing. Mudah-mudahan upaya ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Narsumber Pelatihan Desain Grafis, Denny Setiawan menambahkan, dia sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan H Gusti Abidinsyah.
“Pak Abidin sangat aktif memfasilitasi pelatihan usaha kepada masyarakat. Setelah memberikan pelatihan usaha, pak Abidin juga memikirkan bagaimana cara memasarkan produk yang dihasilkan dari pelatihan usaha itu. Sekarang, pak Abidin memberikan pelatihan desain grafis sebagai sarana mempromosikan produk-produk UMKM masyarakat. Ini sangat luar biasa,” kata Pimpinan Koranbanjar.com ini.
Artinya, sambung Denny, Abidinsyah tidak hanya memfasilitasi pelatihan-pelatihan usaha, tetapi juga menyiapkan pelatihan untuk memasarkan produk-produk. Salah satunya adalah pelatihan desain grafis ini. Setelah peserta memiliki keterampilan desain grafis, mereka akan bisa membuat fasilitas promosi melalui gambar dan desain. Setelah itu tinggal menyerbarluaskan melalui berbagai platform media sosial. Sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara online. (sir)













