Banjar  

Pendakian Merah Putih dan Gerakan Anti Sampah Semarakkan Kemerdekaan Dari Kahung

kegiatan Pendakian Merah Putih dan Gerakan Anti Sampah (GAS) Kahung, Sabtu (15/8/2026). (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar com)

Semangat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia diwujudkan masyarakat Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, melalui kegiatan Pendakian Merah Putih dan Gerakan Anti Sampah (GAS) Kahung, Sabtu (15/8/2026).

BANJAR,koranbanjar.com – Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Belangian tersebut diinisiasi oleh Pokdarwis Kahung Raya bersama Pemerintah Desa Belangian, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk pengelola Tahura Sultan Adam.

Sekitar 200 pendaki dan pencinta alam turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan, nasionalisme dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Aranio Riza Rusadi, Kapolsek Aranio beserta jajaran, Danposmil, Komunitas Guide Kalimantan Selatan, serta sejumlah pihak lainnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Kehadiran Hanifah dari Kementerian Lingkungan Hidup menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat Desa Belangian dalam menjaga lingkungan melalui gerakan yang melibatkan masyarakat dan komunitas wisata.

Dalam pesannya Hanifah menyampaikan agar selalu menjaga serta merawat, dan melestarikan hutan yang didalamnya terkandung bermacam keaneragaman kekayaan, mulai dari kekayaan hayati dan hewani.

Pambakal Desa Belangian Aunul Khoir selaku tuan rumah mengatakan, Pendakian Merah Putih bukan sekadar kegiatan menikmati keindahan alam Kahung.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara masyarakat mengisi kemerdekaan dengan aktivitas positif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, para peserta diajak menjaga kebersihan, tidak meninggalkan sampah di kawasan pendakian dan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama kegiatan,” ujarnya.

Menurutnya, Gerakan Anti Sampah (GAS) Kahung diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.

Aunul Khoir menegaskan, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Melalui Pendakian Merah Putih dan GAS Kahung, Desa Belangian ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dengan mencintai Indonesia, menjaga lingkungan, memperkuat gotong royong dan mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab,” katanya.

Ia menambahkan, Gunung Kahung dan kawasan alam di sekitarnya bukan hanya memiliki potensi sebagai destinasi wisata.

Tetapi juga merupakan warisan alam yang harus dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.

Karena itu, kegiatan Pendakian Merah Putih dan GAS Kahung diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menyatukan pariwisata, pelestarian lingkungan dan semangat kebangsaan.

“Datang membawa tanggung jawab, menikmati keindahan alam dan pulang tanpa meninggalkan sampah,” tegasnya.

Dari Kahung, masyarakat Desa Belangian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dan menjadikan kawasan wisata tetap bersih.

Lestari serta nyaman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *