Haji Mansyur Pasang Target, PAW Habib Hasyim Harus Perkuat Kinerja NasDem di DPRD Kalsel

Wawancara Ketua DPW NasDem Kalsel, H Mansyur dengan awak media, Kamis (30/4/2026). (Foto: Koranbanjar.com)

Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Selatan, H Mansyur, menegaskan pelantikan Habib Hasyim bin Alwi Al bin Yahya melalui mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) bukan sekadar pengisian kursi kosong, melainkan momentum memperkuat kinerja partai di DPRD Kalsel untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – H Mansyur menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proses PAW yang menandai resmi bertugasnya Habib Hasyim menggantikan H Mustohir Arifin.

“Alhamdulillah, hari ini Habib Hasyim resmi dilantik untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2024–2029,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis (30/4/2026).

Namun, ia menekankan bahwa kehadiran anggota baru harus diikuti peningkatan kontribusi nyata di parlemen daerah. Menurutnya, kader NasDem dituntut aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan lebih baik dan berkontribusi secara aktif bersama pemerintah daerah dan masyarakat di Kalimantan Selatan,” kata Mansyur.

Dari internal fraksi, Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalsel, Gusti Miftahul Chotimah, memastikan tidak ada perubahan dalam struktur Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Habib Hasyim ditempatkan di Komisi I yang membidangi pemerintahan dan hukum, sekaligus bergabung di Badan Kehormatan.

“Beliau melanjutkan posisi anggota sebelumnya di Komisi I,” ujarnya.

Emma—sapaan akrabnya—menilai penempatan tersebut penting untuk menjaga kesinambungan kerja fraksi, sembari mendorong anggota baru agar cepat beradaptasi dan menunjukkan kinerja optimal.

Ia juga menegaskan bahwa PAW ini menjadi kesempatan bagi Habib Hasyim untuk menghadirkan energi baru di tubuh fraksi.

“Harapannya bisa lebih aktif dan membawa warna baru untuk kebaikan Partai NasDem ke depan,” tutupnya.

Dengan komposisi yang tetap terjaga, Fraksi NasDem DPRD Kalsel diharapkan mampu memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara lebih efektif di tengah tuntutan publik yang kian tinggi terhadap kinerja wakil rakyat. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *