Banjar  

Desa Belangian Perkuat Pengembangan Desa Wisata Berbasis Sapta Pesona

Pokdarwis) Kahung Raya dalam mengembangkan potensi pariwisata. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Komitmen Pemerintah Desa Belangian bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kahung Raya dalam mengembangkan potensi pariwisata terus diperkuat.

BANJAR, koranbanjar.com Salah satunya melalui penerapan Sapta Pesona sebagai landasan pengelolaan destinasi wisata yang aman, nyaman, bersih, lestari, dan memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan peningkatan kapasitas dan kualitas pengelolaan wisata yang digelar Pokdarwis Kahung Raya Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, di Balai Desa Belangian, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut turut melibatkan pihak Tahura Sultan Adam, Pemerintah Desa Belangian, Pokdarwis Kahung Raya, penyuluh, serta perwakilan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata sekaligus mendorong pengembangan Desa Belangian sebagai desa wisata berkelanjutan.

Pambakal Desa Belangian, Aunul Khoir, mengatakan kegiatan yang difasilitasi pihak Tahura Sultan Adam tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan pariwisata di Desa Belangian.

Menurutnya, penguatan kapasitas Pokdarwis menjadi hal penting agar pengelolaan potensi wisata di Desa Belangian dapat dilakukan secara lebih profesional.

“Intinya penguatan desa wisata. Kapasitas Pokdarwis perlu ditingkatkan, terutama SDM-nya, sehingga mampu mengembangkan Desa Belangian sebagai desa wisata,” ujarnya.

Aunul menjelaskan, kegiatan peningkatan kapasitas juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan agenda wisata yang berlangsung di kawasan tersebut.

Salah satunya berkaitan dengan kegiatan pendakian, sehingga aspek keamanan, kenyamanan dan tata kelola menjadi perhatian bersama.

Desa Belangian sendiri memiliki potensi wisata alam yang cukup besar. Kawasan Kahung dengan bentang pegunungan, sungai, hutan serta kehidupan masyarakat menjadi modal penting dalam pengembangan wisata berbasis alam dan masyarakat.

Sementara itu, Dewi dari ASITA yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan pentingnya penerapan Sapta Pesona dalam membangun kualitas destinasi wisata.

Menurutnya, Sapta Pesona mencakup tujuh unsur utama, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

“Aspek keamanan dapat diwujudkan melalui pendataan dan registrasi wisatawan, pengaturan kegiatan pendakian, penyediaan informasi jalur wisata serta koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas wisata.

Sementara unsur tertib diterapkan melalui pengaturan kunjungan, pembagian tugas pengelola, pengaturan jalur pendakian serta penerapan tata tertib bagi wisatawan.

Untuk menjaga kebersihan, Desa Belangian dan Pokdarwis Kahung Raya juga terus menggaungkan Gerakan Anti Sampah (GAS) Kahung.

Dewi juga mendorong wisatawan untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan wisata.

Unsur sejuk dan indah menjadi kekuatan utama wisata Belangian. Keasrian kawasan hutan dan lingkungan harus dijaga bersama dengan menghindari penebangan sembarangan serta mempertahankan vegetasi dan panorama alam.

Adapun unsur ramah diwujudkan melalui pelayanan masyarakat kepada wisatawan, termasuk memberikan informasi, pendampingan serta memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Sedangkan unsur kenangan diharapkan hadir melalui pengalaman wisata yang diperoleh pengunjung, mulai dari menikmati keindahan alam Kahung, aktivitas pendakian, interaksi dengan masyarakat hingga keterlibatan dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Dewi penerapan Sapta Pesona di Desa Belangian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa maupun Pokdarwis.

“Seluruh masyarakat, wisatawan dan pemangku kepentingan memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata,” pungkasnya.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan Desa Belangian tidak sekadar sebagai tujuan wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Melalui Sapta Pesona dan Gerakan Anti Sampah (GAS) Kahung, Desa Belangian menunjukkan komitmennya membangun pariwisata yang berjalan seiring dengan pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan desa.

Penguatan kapasitas Pokdarwis pun menjadi bagian penting dari proses tersebut, sehingga potensi wisata Desa Belangian dapat dikelola secara lebih baik, profesional dan berkelanjutan. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *