Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan resmi menggelar Musyawarah Kerja Daerah I (Mukerda I) dan Dialog Kebangsaan Tahun 2026, Senin (15/6/2026).
BANJARBARU,koranbanjar com – Mengusung tema Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian, kegiatan tahunan ini berlangsung khidmat di Hotel Grand Qin Banjarbaru selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juni 2026.
Acara berskala regional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Pusat, DR. KH. Marsudi Syuhud, MM.
Selain itu, hadir pula Wakil Menteri (Wamen) Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak sebagai narasumber utama dalam sesi Dialog Kebangsaan.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran strategis MUI.
Menurutnya, MUI Kalsel tidak sekadar eksis sebagai organisasi keagamaan, melainkan telah memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
MUI memiliki peran penting sebagai pelopor dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Peran tersebut diwujudkan melalui upaya mempersatukan umat, mencegah perpecahan, menjaga toleransi, serta membangun harmoni kehidupan beragama,” ujar Adi Santoso saat membacakan sambutan Gubernur, Senin (15/6/2026).
Di tengah era keterbukaan informasi, Pemprov Kalsel mengingatkan maraknya tantangan digital seperti penyebaran fitnah, ujaran kebencian, paham pemecah belah, hingga isu intoleransi di media sosial.
Oleh karena itu, Dialog Kebangsaan ini dinilai sebagai ruang strategis untuk memperkuat kesadaran dan menjaga persatuan.
Lebih lanjut, Adi Santoso mengajak kolaborasi konkret antara pemerintah, ulama, dan elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan riil di daerah.
Beberapa isu krusial yang disorot antara lain rendahnya tingkat pendidikan, penanganan stunting, peredaran narkotika, kemiskinan, pengangguran, hingga isu kerusakan lingkungan hidup.
”Mari kita satukan energi antara pemerintah, ulama, dan umat untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan Kalimantan Selatan yang berkemajuan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan, KH Ahmad Syairazi, SM, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers yang ikut mengawal jalannya acara ini.
Ia berharap antusiasme media dapat membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat.
KH Ahmad Syairazi juga menegaskan kembali komitmen teguh MUI Kalsel dalam merawat kerukunan antarumat beragama.
Sebagai bukti nyata harmonisasi, ia membeberkan adanya agenda rencana silaturahmi dari tokoh agama Katolik ke MUI Kalsel dalam waktu dekat.
”Ini menunjukkan bahwa kita saling menjaga, saling menghormati, dan hidup harmonis tanpa mempermasalahkan perbedaan agama maupun perbedaan pendapat.
MUI menerima semua pihak dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” tegas KH Ahmad Syairazi.
Melalui Mukerda I dan Dialog Kebangsaan 2026 ini, MUI Kalimantan Selatan diharapkan mampu merumuskan program-program kerja.
Tidak hanya fokus pada pembinaan umat, tetapi juga melahirkan solusi konkret atas berbagai tantangan sosial dan kebangsaan di masa depan. (kan/dya)













