Di saat banyak sekolah berlomba meningkatkan kualitas pendidikan, puluhan siswa SDN Basirih 10 di kawasan pedalaman Mantuil, Kota Banjarmasin, justru masih harus mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari demi menuntut ilmu. Jalan menuju sekolah yang rusak, licin, berlubang dan terendam air pasang hingga hampir setengah meter memaksa para murid berjalan tanpa sepatu, basah kuyup, bahkan tak jarang terjatuh sebelum tiba di ruang kelas.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Kondisi akses jalan menuju SDN Basirih 10 di Jalan Tembus Mantuil, RT 20 Simpang Jelai, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, memprihatinkan.
Jalan yang menjadi akses utama siswa menuju sekolah tersebut hampir setiap hari terendam air pasang. Selain licin dan berlubang, genangan air yang mencapai hampir setengah meter membuat aktivitas para pelajar terganggu.
Menurut warga setempat, Majdi, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Padahal jalan itu baru dibangun sekitar lima tahun lalu melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1007/Banjarmasin.
“Karena tidak dilakukan peninggian dan perawatan, badan jalan terus turun. Batu-batu urukan yang dulu ada sekarang sudah hilang terbawa arus pasang,” ujar Majdi, Selasa (2/6/2026) saat berada di depan rumahnya yang tak jauh dari jalan rusak ekstrem ini.
Majdi yang tinggal tepat di dekat lokasi mengaku hampir setiap hari menyaksikan para siswa berjalan menenteng sepatu dan menerobos genangan air menuju sekolah.
Bahkan, menurutnya, tidak sedikit murid yang terpeleset dan jatuh saat melintasi jalan tersebut.
“Dari kecil sampai yang kelas atas sering jatuh. Kadang buku mereka ikut basah. Tapi mereka tetap berangkat sekolah,” tuturnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah siswa berjalan perlahan melewati genangan.
Beberapa di antaranya tampak tidak mengenakan sepatu, sementara seragam mereka sudah basah sebelum sampai ke rumah.
Warga berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera melakukan peninggian jalan agar akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan tersebut tidak lagi terganggu. (yon/bay)













