Sebanyak 35 Pelaku IKM Kerajinan Bambu di HSS Dibimbing Pengembangan Usaha

Pembukaan kegiatan pendampingan pengembangan sentra IKM kerajinan berbasis bambu, Rabu (6/5/2026) di Hotel Qianna Inn, Kandangan. (sumber foto: Prokopim Setda HSS/koranbanjar.com)

Sebanyak 35 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan berbasis bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mengikuti pendampingan pengembangan usaha. 

HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.com – Kegiatan diselenggarakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI), melalui Direktorat IKM Kimia Sandang dan Kerajinan, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka.

Kegiatan diselenggarakan selama 4 hari, mulai 5 hingga 8 Mei 2026.

Direktur IKM Kimia Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan membuka secara resmi kegiatan tersebut, Selasa (5/5/2026) di Hotel Qianna Inn Kandangan.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten HSS Mustaidah berharap, kegiatan pendampingan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta wawasan para pelaku IKM.

“Khususnya dalam pengembangan desain produk, peningkatan kualitas, manajemen usaha, hingga pemasaran berbasis digital,” tuturnya.

Sementara Wabup HSS Suriani menyampaikan apresiasi dan terima kasih, kepada Kementerian Perindustrian RI atas dukungan nyata dalam pengembangan sektor IKM di daerah.

Wabup mengatakan, Kabupaten HSS memiliki potensi bambu yang besar, untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, apabila diolah menjadi produk kerajinan yang inovatif.

Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku IKM, mulai dari aspek desain, inovasi, kualitas produk, hingga pemasaran.

“Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para pelaku IKM mampu menghasilkan produk kerajinan bambu yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional,” tutur Wabup HSS.

Menurutnya, pengembangan IKM juga sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, membuka peluang lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Wabup menegaskan, Pemkab HSS berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor IKM melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan adanya pendampingan ini, Sentra IKM Kerajinan Bambu di Kabupaten HSS diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu produk unggulan daerah yang dikenal lebih luas.

Turut berhadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSS Sudiono, serta Camat Loksado Yosi Rizal.

(dvh/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *