Banjar  

Disdik Kabupaten Banjar Terapkan Strategi Penuntasan Revitalisasi Sekolah

Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Banjar Mahriansyah, Selasa (5/5/2026). (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar telah menerapkan strategi penuntasan selama dua tahun terakhir untuk memaksimalkan bantuan pada sekolah-sekolah tertentu hingga selesai sepenuhnya.

BANJAR,koranbanjar.com – Target 2026 kembali revitalisasi menyeluruh dan relokasi sekolah di bantaran sungai.

Bahwa strategi penuntasan ini bukan sekadar memperbaiki fisik, tapi benar-benar memikirkan aspek keamanan jangka panjang dan kenyamanan belajar siswa.

Hal itu disampaikan Mahriansyah selaku Kepala Bidang Sarana Prasarana Disdik Kabupaten Banjar, untuk strategi penuntasan ini sudah berjalan sekitar 2 tahun.

Beberapa sekolah yang sudah direvitalisasi secara penuh, baik dari dana APBD maupun dari APBN.

“Capaian penuntasan 2025 itu mencakup pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), toilet serta segala macam sarana utilitas,” ujarnya pada Selasa (5/5/2026).

Selanjutnya untuk 2026 ini, Disdik Banjar selain memang masih mengedepankan proses atau tata cara strategi mengenai penuntasan.

Fokus utama kepada relokasi dan rekontruksi sekolah yang berada di bantaran sungai.

“Karena kemarin kita telah melakukan kajian bersama teman-teman di Dinas PUPR, ada beberapa rekomendasi yang memang segera kita tindak lanjuti,” kata Mahri.

Lanjutnya berdasarkan kajian bersama Dinas PUPR, terdapat 3 sekolah yang diprioritaskan untuk direlokasi karena kondisi Sungai Martapura yang memprihatinkan dan risiko cuaca ekstrem.

“Pertama di SDN Astambul seberang, kemudian SDN Mataraman 1, dan SDN Danau Salak, nah itu masuk di bataran sungai yang menjadi titik-titik prioritas kami,” jelasnya.

Masih papar Mahriansyah rekonstruksi SDN Kertak Hanyar 1, 2, dan 3 yang akan dibangun ulang secara permanen dengan posisi bangunan yang ditinggikan karena lokasinya saat ini berada di bawah level jalan dan sering tergenang banjir.

Selanjutnya SDN Gambut 10, dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah rusak dan luas lahan yang sudah tidak ideal lagi.

“Secara keseluruhan, terdapat sekitar 5 hingga 6 sekolah yang menjadi target penuntasan utama pada tahun ini, termasuk SDN Tatakan yang juga masuk dalam daftar perhatian,” imbuhnya.

Target Disdik Banjar untuk tahun-tahun berikutnya akan tetap konsisten menggunakan pola penuntasan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar menyelesaikan masalah kerusakan bangunan secara tuntas.

Selain infrastruktur bangunan, Disdik juga menekankan aspek keselamatan siswa.

Pembangunan ZOSS (Zona Aman Sekolah) di kawasan padat penduduk, seperti di Simpang Empat adalah untuk menjaga keamanan siswa saat berada di jalan raya.

“Itu memang sebelumnya tidak ada, lalu kita bangun itu tujuannya biar menjaga safety atau keselamatan anak-anak di jalur-jalur padat, dan memastikan anak-anak selamat saat berangkat dan pulang sekolah,” pungkasnya. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *