Rencana perayaan HUT ke-82 RSUD Ulin Banjarmasin di Jakarta tidak hanya memicu perdebatan soal anggaran, tetapi juga dinilai berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Rencana manajemen RSUD Ulin Banjarmasin menggelar puncak peringatan HUT ke-82 di Jakarta menjadi sorotan publik dan legislatif. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di TMII pada 26 April 2026 itu dinilai berisiko menimbulkan persepsi kurang baik di masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, mengingatkan bahwa dalam kondisi saat ini, sensitivitas publik terhadap penggunaan anggaran sangat tinggi.
Ia menilai kegiatan ke luar daerah, khususnya dalam konteks perayaan ulang tahun, dapat memunculkan penilaian negatif jika tidak disertai manfaat yang jelas.
“Penilaian masyarakat harus menjadi perhatian. Jangan sampai muncul anggapan bahwa pelayanan belum maksimal, tetapi justru melakukan perjalanan ke luar daerah,” ujarnya.
Menurut Jihan, pihaknya tidak melarang kegiatan luar daerah secara keseluruhan, selama memiliki dampak nyata, seperti peningkatan investasi atau pendapatan daerah.
Namun, jika kegiatan tersebut lebih dominan bersifat seremonial, maka perlu dipertimbangkan kembali.
“Kalau hanya seremoni, tentu kurang tepat. Apalagi di tengah efisiensi anggaran seperti sekarang,” katanya.
DPRD Kalsel pun telah meminta agar rencana tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Ulin.
“Respons dari pihak rumah sakit cukup baik, mereka menyampaikan akan menjadikan ini sebagai bahan evaluasi,” pungkasnya. (yon/bay)














