Kegiatan rutin Pasar Wadai (kue) yang biasa digelar secara terpusat di RTH Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura setiap bulan suci Ramadan dipastikan tidak dilaksanakan tahun ini oleh Pemerintah Kabupaten Banjar.
BANJAR, koranbanjar.com – Kebijakan tidak lagi menyelengggarakan pasar wadai pada Ramadan 1447 Hijriah ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, baru-baru tadi.
Dipaparkan Irwan Jaya, bahwa keputusan itu diambil karena aktivitas perdagangan kuliner Ramadan kini telah berkembang secara mandiri di tengah masyarakat, tersebar di berbagai titik di wilayah Kota Martapura dan sekitarnya.
“Seperti tahun sebelumnya, Pasar Wadai tidak lagi kami sentralkan, mengingat arena saat ini sudah banyak masyarakat yang berjualan secara mandiri di beberapa lokasi, seperti di Tanjung Rema, Jalan Keraton, dan sejumlah ruas jalan lainnya di lingkungan Kota Martapura,” ujarnya.
Sambung Irwan, tidak relevannya lagi konsep pasar wadai untuk diterapkan karena banyaknya pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan.
Namun meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan dukungan dan fasilitasi kepada para pedagang, khususnya para UMKM yang berada dalam pembinaan pemerintah daerah.
“Pemerintah tetap memfasilitasi. Terutama kepada para pedagang binaan untuk menyelenggarakan kegiatan Pasar Ramadan atau Pasar Wadai, meskipun tidak lagi dalam bentuk kegiatan khusus seperti tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Dirinya juga membantah adanya anggapan bahwa tidak diselenggarakannya Pasar Wadai terpusat disebabkan oleh minimnya antusias pengunjung atau pembeli pada tahun sebelumnya.
“Bukan karena sepi. Tapi karena memang pedagang sudah tersebar dan berjualan sendiri di banyak lokasi,” jelas Irwan Jaya.
Selanjutnya, Irwan Jaya memastikan bahwa agenda kegiatan seni dan budaya selama Ramadan tetap akan digelar. Disbudporapar Kabupaten Banjar berencana akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan keagamaan dan kesenian.
“Untuk aktivitas kesenian dan festival religi tetap ada. Insya Allah di awal Ramadan kami akan melaksanakan festival kesenian tradisional dan lomba-lomba bernuansa religi,” pungkasnya. (kan/dya)













