Banjar  

Tanggap Darurat Banjir; Dapur Umum Dinsos Kabupaten Banjar Layani 20 Desa di Kecamatan Martapura Timur

i Dinas Sosial P3AP2KB mengoperasikan dapur umum sejak ditetapkannya status tanggap darurat banjir oleh Bupati Banjar pada 29 desember 2025 bertempat di halaman kantor Kecamatan Martapura Timur, Jumat (2/1/2026) sore. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB mengoperasikan dapur umum sejak ditetapkannya status tanggap darurat banjir oleh Bupati Banjar pada 29 desember 2025 bertempat di halaman kantor Kecamatan Martapura Timur, Jumat (2/1/2026) sore.

BANJAR,koranbanjar.com – Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, mengatakan dapur umum mulai beroperasi sejak Senin dan melayani ribuan warga terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Martapura Timur.

“Untuk Martapura Timur, dapur umum ini melayani sekitar 6.000 setiap harinya untuk masyarakat terdampak banjir,” ujar Erny Wahdini.

Pengelolaan dapur umum tersebut dilakukan secara gotong royong dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihak Kecamatan Martapura Timur, Pramuka, serta Karang Taruna.

Seluruh unsur tersebut terlibat langsung dalam penyediaan dan pendistribusian makanan bagi warga terdampak, Erny juga menjelaskan.

Saat ini terdapat tiga dapur umum yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Banjar, juga terdapat dapur umum bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta dari Polda Kalimantan Selatan yang dijalankan oleh Brimob.

“Dapur umum dari provinsi saat ini berpindah ke Kecamatan Sungai Tabuk, namun tetap kami support logistiknya dari Pemkab Banjar, begitu juga dapur umum Brimob, hari ini hingga malam nanti akan kami kirimkan logistik,” jelasnya.

Untuk wilayah Martapura Barat, dapur umum melayani sekitar 5.000 porsi makanan per hari. Rencananya, dapur umum di Kecamatan Sungai Tabuk juga akan melayani sekitar 5.000 porsi.

Sementara itu untuk di Martapura Kota, imbuh Erny, dapur umum berada di Desa Pasayangan Barat dan beberapa titik desa lainnya.

Secara keseluruhan, dapur umum yang logistiknya disuplai oleh Dinas Sosial Kabupaten Banjar berjumlah sekitar enam hingga tujuh titik.

Adapun dapur umum yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar jumlahnya masih dinamis mengikuti kebutuhan di lapangan.

Makanan yang disediakan dapur umum beragam antara lain nasi, mi goreng, telur, sarden, serta nasi goreng.

Pendistribusian makanan dilakukan sesuai permintaan dan kebutuhan warga, tidak selalu tiga kali sehari, mengingat keterbatasan anggaran dan efektivitas penyaluran.

Erny menegaskan pihaknya juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi agar penyaluran logistik tidak tumpang tindih.

“Kalau logistik kami kurang atau untuk menentukan titik distribusi, kami selalu koordinasi dengan BPBD supaya tidak overlap, yang terlihat menumpuk itu kemungkinan masih menunggu jadwal distribusi ke lokasi,” pungkasnya. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *