Selama 2025, 30 Penyalahguna Narkoba Ikuti Rehabilitasi di BNNK HSS

Konferensi pers, Selasa (23/12/2025) di Ruang Media Center BNNK HSS. (sumber foto: Devi/koranbanjar.com)

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS), telah merehabilitasi sebanyak 30 penyalahguna atau pecandu narkoba, selama tahun 2025 ini.

HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.com – Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers, Selasa (23/12/2025) di Ruang Media Center BNNK, Jalan Jenderal Sudirman, Kandangan.

Kepala BNNK HSS Agus Winarti mengatakan, 30 penyalahguna yang mengikuti rehabilitasi, mayoritas usia 20 sampai 40 tahun.

Lalu, ada 3 anak usia di bawah 15 tahun, dan 3 remaja usia 16 sampai 19 tahun.

Sebesar 60 persen merupakan pecandu shabu, serta sebagian kecil ada penyalahguna obat carnophen dan lem.

“Klien yang mengikuti rehabilitasi rata-rata datang secara sukarela, ada yang datang sendiri, diantar keluarga, ataupun pihak sekolah,” ungkapnya.

Persyaratan mengikuti rehabilitasi hanya perlu datang ke Kantor BNNK dengan membawa identitas diri atau penanggungjawab.

Rawat jalan ataupun rawat inap di BNNK gratis. Sementara rujukan di RS Sambang Lihum, gratis untuk satu kali seumur hidup.

Agus Winarti mengungkapkan, selama tahun 2025, BNNK HSS melalui tim pemberantasan telah melaksanakan 6 kegiatan razia dan patroli gabungan, yang difokuskan pada pengawasan dan deteksi dini.

“Empat kali razia di Rutan Kelas IIB Rantau, dan dua kali razia di Rutan Kelas IIB Kandangan,” sebutnya.

Dari kegiatan tersebut, tidak ditemukan penyalahgunaan.

Sementara pemberantasan gabungan bersama Sat Res Narkoba Polres HSS dilaksanakan satu kali, Sebagai tindak lanjut laporan masyarakat.

Hasilnya, 1 orang DPO telah diamankan, beserta barang bukti 2 buah timbangan digital.

Hasil pengukuran indeks kawasan rawan narkoba (IKRN) 2024, dari 148 desa/kelurahan di Kabupaten HSS, terdapat 34 berstatus waspada, 86 berstatus siaga, dan 28 berstatus aman narkoba.

Desa Gambah Luar Muka menjadi prioritas intervensi tahun 2025, yang kemudian dikembangkan menjadi Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Total telah dibentuk 10 desa dan 2 kelurahan Bersinar.

Upaya pencegahan di kalangan pelajar juga dilakukan melalui program pendidik sebaya anti narkoba di 5 sekolah dan madrasah. Yakni MTs Al Ihsan, MTsN 1 HSS, SMPIT Qurata Ayun, SMPN 2 Kandangan, dan SMPN 3 Kandangan.

BNNK HSS juga telah melakukan tes urine dengan sasaran 550 orang pekerja di lingkungan perusahaan dengan nihil reaktif, serta 33 orang masyarakat umum dengan 1 reaktif.

Ia mengimbau, masyarakat berperan aktif dalam upaya P4GN mulai dari lingkungan keluarga dan komunitas, hingga mendukung rehabilitasi narkoba.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.

(dvh/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *