SMK-PPN Kementan, Belajar Edukasi Mitigasi Bencana, Karhutla, dan Keadaan Darurat bersama BPBD Banjarbaru

Edukasi mitigasi bencana, pencegahan karhutla, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat kepada pegawai dan siswa di lingkungan SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (20/10/2026). (Foto: Tim Ekspos SMK PPN Banjarbaru/Koranbanjar.com)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, termasuk generasi muda.

BANJARBARU, koranbanjar.com – Menurutnya pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. “Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga lahan pertanian dan lingkungan agar tetap produktif. Generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembangunan SDM pertanian tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Pendidikan pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi tentang pencegahan karhutla menjadi bagian penting dalam membentuk SDM pertanian yang bertanggung jawab dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” jelas Idha.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, mengatakan siswa SMK-PP Negeri Kementan merupakan calon pelaku pembangunan pertanian di masa depan. Karena itu, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan.

Maka, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru sebagai sekolah vokasi kali ini mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini untuk memberikan edukasi mitigasi bencana, pencegahan karhutla, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat kepada pegawai dan siswa di lingkungan SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Bertempat Aula Lahan Praktek H. Idak SMK-PP Negeri Banjarbaru, kegiatan ini diikuti guru, petugas lahan praktek, serta siswa kelas X, XI, dan XII Tahun Ajaran 2026/2026.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A. P., mengatakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merupakan salah satu risiko bencana di wilayah Kalimantan Selatan.

Penuh antusias, peserta edukasi dari BPBD Banjarbaru ini menyimak berbagai materi diantaranya tentang mitigasi bencana, sebaran karhutla di Kalimantan Selatan, ancaman dan efek karhutla, cara evakuasi, pencegahan dan cara pelaporan.

Selain itu peserta juga praktek dalam menggunakan alat pemadaman kebakaran, dan belajar cara memedamkan api dengan alat yang ada dan alat pemadaman atau Apar. (Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *