Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, mengimbau para pelaku usaha berskala besar untuk menyiapkan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan menyusul peristiwa matinya 5.000 ekor ayam pedaging di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang diduga berkaitan dengan pemadaman listrik bergilir.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Menurutnya, langkah antisipatif menjadi bagian penting dari manajemen risiko usaha, terutama di tengah belum stabilnya pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhidin saat dimintai tanggapan terkait musibah yang menimpa peternak ayam pedaging di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah beberapa waktu lalu.
Muhidin mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memang telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Namun, bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik, kesiapan menghadapi kondisi darurat seharusnya menjadi perhatian utama.
“Kalau pengusaha besar, apalagi usaha peternakan ayam dalam skala besar, seharusnya sudah menyiapkan genset sebagai cadangan. Tidak mungkin pengusaha sebesar itu tidak mampu membeli genset,” ujarnya, Selasa (28/7/2026) di Banjarmasin.
Menurut Muhidin, kondisi kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah saat ini belum sepenuhnya normal karena masih adanya gangguan pada sistem kelistrikan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di sejumlah daerah.
Selain gangguan teknis, ia juga menilai cuaca buruk kerap menjadi faktor yang memicu terjadinya pemadaman listrik. Oleh sebab itu, pengusaha yang operasional usahanya bergantung pada listrik perlu memiliki sistem cadangan agar kerugian dapat diminimalkan.
Gubernur menegaskan bahwa situasi tersebut berbeda dengan kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki keterbatasan kemampuan untuk menyediakan genset.
“Kalau UMKM tentu berbeda. Mereka mungkin belum mampu menyediakan genset. Tetapi kalau usaha besar, menurut saya itu sudah menjadi bagian dari antisipasi yang harus dipersiapkan,” katanya.
Meski demikian, Muhidin mengakui pemadaman listrik yang masih terjadi telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) agar proses pemulihan sistem kelistrikan dapat segera diselesaikan.
Ia berharap gangguan yang terjadi dapat diatasi sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal pada Agustus mendatang.
“Kita doakan mudah-mudahan PLN dapat menyelesaikan seluruh perbaikan dengan lancar sehingga masyarakat Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah kembali menikmati pasokan listrik yang normal,” harapnya.
Sebelumnya, sebanyak 5.000 ekor ayam pedaging milik seorang peternak di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dilaporkan mati setelah aliran listrik padam di wilayah di Kalsel dan Kalteng. (yon/bay)













