Banjar  

Jalan Paving Blok di Pingaran Ilir Amblas, PUPRP Banjar Siapkan Titian Ulin dan Kaji Perbaikan Permanen

Jalan paving blok di Desa Pingaran Ilir, Kabupaten Banjar, yang amblas. (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Jalan paving blok di Desa Pingaran Ilir, Kabupaten Banjar, yang amblas hingga menggerus separuh badan jalan mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

BANJAR,koranbanjar.com – Kerusakan tersebut tidak hanya memutus akses masyarakat, tetapi juga mengancam keberadaan satu tiang listrik di lokasi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, M. Milky Rosadie, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan bersama tim ahli guna menentukan langkah penanganan yang tepat.

Menurut Milky, peristiwa amblasnya jalan mulai terjadi pada Jumat (18/7/2026), dengan kondisi terparah terjadi pada Minggu.

“Hasil peninjauan awal bersama tim ahli menunjukkan penanganan permanen belum bisa langsung dilakukan. Kami harus melakukan penyelidikan tanah terlebih dahulu melalui uji sondir dan boring,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan kajian awal, penyebab amblasnya jalan diduga akibat penyusutan permukaan air tanah.

Kondisi tersebut membuat tanah yang sebelumnya jenuh air menjadi kering sehingga kehilangan daya dukung dan memicu longsoran.

“Kemungkinan besar terjadi karena penyusutan permukaan air tanah. Saat air menyusut, tanah menjadi labil sehingga terjadi longsor,” jelasnya.

Untuk sementara, PUPRP tidak akan membangun penahan tebing darurat karena dinilai kurang efektif dan berpotensi memboroskan anggaran.

Sebagai gantinya, pemerintah akan fokus menyiapkan konstruksi permanen setelah hasil penyelidikan tanah selesai.

Sambil menunggu proses tersebut, akses masyarakat akan dipulihkan melalui pembangunan titian sementara berbahan kayu ulin.

“Kami akan mengupayakan akses sementara berupa titian ulin agar aktivitas warga tetap berjalan. Saat ini kami sedang menyiapkan sumber daya manusia dan material sehingga pengerjaannya bisa dilakukan secepat mungkin,” kata Milky.

Terkait tiang listrik yang ikut terancam akibat abrasi, PUPRP telah berkoordinasi dengan PLN.

Laporan telah disampaikan sejak malam sebelumnya dan surat resmi juga telah diterima pihak PLN pada pagi harinya.

Sementara itu, besaran anggaran untuk perbaikan permanen belum dapat dipastikan.

Menurut Milky, kebutuhan biaya baru dapat dihitung setelah diketahui kedalaman tanah keras melalui proses boring.

“Kami harus mengetahui kedalaman tanah keras terlebih dahulu. Setelah itu baru ditentukan metode penanganan dan kebutuhan anggarannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terdapat dua alternatif metode penanganan yang tengah dipertimbangkan, yakni pembangunan siring atau konstruksi box.

Pilihan tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis di lapangan.

Milky juga mengungkapkan bahwa jalan paving blok yang kini amblas merupakan proyek yang dikontrakkan pada April 2026 dan selesai dikerjakan pada Juni 2026 dengan pagu anggaran sekitar Rp400 juta.

Saat ini, Dinas PUPRP Kabupaten Banjar masih menunggu hasil kajian teknis sebagai dasar penentuan bentuk penanganan permanen.

Sekaligus mekanisme perbaikan terhadap ruas jalan yang mengalami amblas tersebut. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *