Banjar  

Warga Menaruh Harapan pada DPRD, Pengisian Siring Jalan Sungai Musang Dinanti

Warga Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Warga Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, menaruh harapan kepada anggota DPRD Kabupaten Banjar dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan agar pengisian siring jalan sepanjang kurang lebih 750 meter di desa mereka segera direalisasikan.

BANJAR, koranbanjar.com – Kondisi jalan yang kerap terendam air pasang dan sulit dilalui menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga berharap penanganan infrastruktur tersebut dapat segera diwujudkan agar akses menuju desa tetangga maupun tempat pendidikan menjadi lebih aman dan nyaman.

Kepala Desa Sungai Musang, Masrani, menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Saidi, serta anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Umar Bahasim, yang menurutnya turut mendukung dan mengawal upaya perbaikan infrastruktur di desanya.

Masrani mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Desa Sungai Musang. Ia berharap perhatian dan pengawalan dari kedua wakil rakyat tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas infrastruktur, khususnya pengisian siring jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi warga.

“Kami berterima kasih dan sangat berharap kepada Pak Muhammad Saidi, anggota DPRD Kabupaten Banjar, serta Habib Umar Bahasim, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang membackup dan mengawal perbaikan infrastruktur di desa kami,” ujar Masrani.

Ia berharap pembangunan infrastruktur di desanya dapat semakin baik sehingga masyarakat tidak lagi terus-menerus menghadapi kesulitan akibat kondisi jalan yang belum memadai.

“Mudah-mudahan infrastruktur di desa kami menjadi lebih baik, khususnya dalam pengisian siring jalan yang telah ada,” harapnya.

Harapan serupa disampaikan salah seorang warga Desa Sungai Musang, Fullah. Ia mengatakan, jalan bersiring tersebut merupakan akses yang paling mudah dan cepat digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk bekerja sebagai petani maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain menghubungkan masyarakat dengan desa tetangga, jalan itu juga menjadi jalur utama bagi para pelajar menuju sekolah. Kondisi tersebut membuat keberadaan jalan yang layak menjadi sangat penting bagi kelancaran aktivitas pendidikan di wilayah setempat.

Menurut Fullah, ketika air pasang merendam jalan, para pelajar terpaksa berjalan di atas siring agar tetap bisa berangkat dan pulang sekolah. Kondisi serupa juga dihadapi para guru yang melintasi jalur tersebut untuk menjalankan tugas mengajar.

Ia mengungkapkan, jalan yang berlumpur ketika terendam air kerap membuat pengendara sepeda motor terjatuh. Situasi itu menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama terhadap keselamatan pelajar yang setiap hari harus melewati akses tersebut.

“Kami berharap sesegera mungkin jalan ini diisi supaya tidak terendam lagi air pasang. Biar kami warga masyarakat Desa Sungai Musang dan para pelajar khususnya bisa melewati jalan ini dengan nyaman dan aman,” tutur Fullah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Banjar dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan dukungan terhadap upaya penanganan infrastruktur di desanya.

Sementara itu, Muhammad Saidi menyatakan akan terus mengawal anggaran untuk pengisian siring jalan Desa Sungai Musang yang memiliki panjang kurang lebih 750 meter dan menghubungkan desa tersebut dengan Desa Bakambat.

Pernyataan itu disampaikan Saidi kepada koranbanjar.com melalui sambungan telepon, Senin (12/10/2026) di Banjarmasin.

“Saya akan kawal terus anggaran untuk pengisian siring jalan Desa Sungai Musang ini,” tegasnya.

Saidi menargetkan pengisian siring jalan tersebut dapat dikerjakan pada awal 2027 melalui penganggaran dalam APBD Kabupaten Banjar tahun anggaran 2027. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada proses penganggaran dan realisasi anggaran daerah.

Sebelumnya, kondisi siring jalan Desa Sungai Musang beberapa kali menjadi perhatian publik setelah video mengenai kondisi jalan tersebut beredar di media sosial, termasuk melalui akun kreator konten Abah-Abah Habar di TikTok dan Instagram serta unggahan warga.

Jalan yang kerap terendam air pasang itu tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga dan pelajar, tetapi juga dilalui dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Masyarakat kini berharap pengawalan yang disampaikan para wakil rakyat dapat berlanjut hingga terealisasinya pengisian siring jalan tersebut.

Dengan demikian, akses yang menjadi tumpuan aktivitas warga Desa Sungai Musang dapat digunakan secara lebih aman dan nyaman. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *