Kesultanan Banjar bersama Yayasan Sultan Adam menggelar serangkaian aksi sosial dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, bertempat di depan Masjid Syi’arus Shalihin, Sekumpul, Martapura, Jumat (26/6/2026).
BANJAR,koranbanjar.com – kegiatan ini diisi dengan pemberian santunan bagi kaum duafa dan penyandang disabilitas, serta pembagian 500 porsi Bubur Asyura kepada masyarakat.
Ketua Yayasan Sultan Adam, Dr. KH. Gusti Wardiansyah, SH, MH, MM, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud sinergi antara yayasan dan Kesultanan Banjar untuk mempererat tali silaturahmi.
“Hari ini kita membagikan sekitar 500 porsi Bubur Asyura kepada masyarakat umum dan warga sekitar. Ini adalah rangkaian dari peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah,” ujar Gusti Wardiansyah di sela-sela kegiatan.
Sebelum pembagian bubur dilakukan, panitia telah lebih dulu menyalurkan santunan kepada kaum duafa dan penyandang disabilitas.
Juga sebelumnya, rangkaian kegiatan telah diawali dengan agenda haul para raja dan sultan Banjar.
Lebih dari sekadar berbagi makanan, Gusti Wardiansyah menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana syiar Islam dan pengingat akan keutamaan Hari Asyura.
Ia menuturkan bahwa 10 Muharam memiliki nilai historis mendalam bagi umat Islam, termasuk peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Hari Asyura adalah momentum untuk bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kemenangan.
“Nilai terpentingnya adalah bagaimana kita terus menyiarkan ajaran Islam dan menebar kebaikan di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian lebih pada peringatan Tahun Baru Hijriah.
Ia menyayangkan kecenderungan masyarakat yang lebih antusias merayakan Tahun Baru Masehi dibandingkan kalender Islam yang merupakan tonggak sejarah peradaban umat.
“Kalender Hijriah harus menjadi perhatian kita bersama. Momentum ini semestinya diisi dengan kegiatan positif seperti santunan, pengajian, dan ibadah lainnya,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Gusti Wardiansyah berharap generasi muda dapat lebih memahami sejarah dan mengambil hikmah dari semangat perjuangan para nabi.
“Generasi muda harus ingat perjuangan para nabi dan mengambil pelajaran dari Muharram.
“Semangat ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan terhadap Islam dan memotivasi umat untuk terus menegakkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (kan/dya)













