Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Hj. Anna Rosiana, bersama anggota Hj. Fitriiyah melakukan kunjungan ke SDN Jawa Laut 1 di Jalan Cempaka Gang Flamboyan, Desa
Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (4/4/2026).
BANJAR.koranbanjar.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Gerindra ini melihat langsung kondisi bangunan yang memprihatinkan dan tidak layak secara teknis, yang dinilai mengganggu kenyamanan belajar dan mengancam keamanan siswa.
Sekolah ini merupakan bangunan lama, sekolah yang dibangun pada tahun 1980 era Inpres Presiden Soeharto.
Kendati sudah ada perbaikan rehab pada 2011 dan 2013 silam, namun kondisi fisik bangunan sekolah sudah sangat tua ditambah material struktur dominan dari kayu.
“Hari ini kita sudah melihat langsung kondisi SD Jawa Laut 1 Martapura. Usianya memang sudah tua dan secara teknis, ini sudah melampaui batas keselamatan bagi anak dan pendidik,” ujar Anna.
Ketua Komisi IV ini menegaskan, bahwa sebagai lembaga yang tugas fungsinya pengawasan pihaknya akan mendesak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan untuk segera melakukan revitalisasi total dan menjadi prioritas utama anggaran terhadap bangunan sekolah tersebut.
Menurut Anna Rosiana, perbaikan sementara atau tambal sulam tidak lagi menjadi solusi yang tepat.
“Kami berharap tidak ada lagi perbaikan sementara atau tambal sulam. Kondisi seperti ini jelas sangat mengganggu kenyamanan belajar dan membahayakan siswa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lokasi sekolah yang berada di wilayah tengah perkotaan, tepatnya di Martapura yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Banjar.
Ia menilai kondisinya sangat ironis, sangat buruk dibandingkan sekolah di daerah pinggiran.
“Sekolah ini berada di kota, dekat dengan pusat pemerintahan. Sangat kontras masa di kota saja kondisinya seperti ini? Ini harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.
Lanjut Anna menjelaskan , DPRD Kabupaten Banjar berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan guna meminta data riil terkait kondisi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, terutama sisa-sisa bangunan tua sekolah program Inpres yang dibangun sejak era Presiden Soeharto.
“Kami akan meminta data riil yang transparan terkait sekolah rusak berat, sedang, hingga ringan. Data ini penting sebagai dasar penganggaran dan penentuan skala prioritas, serta memastikan transparansi anggaran,” jelas Anna Rosiana.
Ia juga menyoroti insiden yang sempat terjadi di sekolah tersebut, di mana guru dan siswa dilaporkan pernah mengalami kecelakaan jatuh/terperosok akibat lantai jebol.
“Kami berharap insiden seperti ini tidak terulang kembali. Jangan menunggu ada korban baru kemudian dilakukan tindakan,” pungkasnya.
DPRD Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk mengawal perbaikan fasilitas pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan daerah, sejalan dengan visi nasional menuju Indonesia Emas, dan visi-misi Bupati dapat tercapai secara merata.
Sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana membenarkan hal tersebut selain dipengaruhi oleh usia bangunan yang sudah lama serta material struktur yang didominasi kayu.
Bahwa banjir yang melanda pada awal 2026 lalu turut memperparah kondisi bangunan sekolah.
Pihaknya juga sudah langsung melakukan pengusulan dan mengajukan perbaikan melalui tiga jalur sekaligus.
Sedangkan untuk revitalisasi total SDN Jawa Laut 1, Disdik memperkirakan anggaran yang dibutuhkan berkisar hingga Rp2,7 miliar.
Karena idealnya bangunan harus ditinggikan agar tidak terus terendam banjir tahunan.
Disdik juga menegaskan SDN Jawa Laut 1 Martapura ini memang menjadi salah satu yang masuk kategori terdampak yang membutuhkan penanganan serius. (kan/dya)













