Selaku Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani S.sos menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan keprihatinan yang setinggi-tingginya atas musibah menimpa Ustazah Hasanah, salah satu pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa’tul Lughah Martapura.
BANJAR,koranbanjar,com – Selain menyampaikan ungkapan bela sungkawa yang sangat mendalam. Sarwani juga memberikan penguatan moral bagi para pendidik di Kabupaten Banjar khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya.
Menurutnya kejadian ini merupakan pukulan telak, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh guru madrasah dan para pendidik di Kabupaten Banjar.
“Beliau adalah sosok teladan dan pejuang dalam dunia pendidikan agama di banua kita,” ucapnya dengan penuh simpati usai ziarah di makam almarhumah Ustazah Hasanah pada Senin (4/5/2026) sore di Desa Bincau Kecamatan Martapura.
Sarwani selaku Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar saat bertakziah di makam almarhumah juga didampingi Guru Jam’ani selaku ketua Forum Ustaz dan Ustazah Kabupaten Banjar
Ia juga berpesan dengan penuh dukungan moral untuk para pendidik agar tetap istikomah.
“Mari kita terus teguh menjalankan amanah dalam membimbing dan mendidik anak-anak kita menjadi insan generasi yang islami dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Sarwani juga mengimbau agar seluruh rekan-rekan pengajar tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas mulia ini.
“Semoga segala amal ibadah dan ilmu yang telah beliau tanamkan menjadi amal jariyah yang tak terputus. Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” jelas Sarwani dalam doanya untuk almarhumah.
Di tempat yang sama Guru Jam’ani mewakili segenap keluarga besar forum silaturahmi Ustaz Ustazah Kabupaten Banjar juga menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ustazah Hasanah.
Ia menyampaikan almarhumah adalah sosok pejuang agama yang mendedikasikan hidupnya untuk mendidik generasi muda di Pondok Pesantren Mura’atul Lughah Martapura.
“Kami meyakini beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah, dan insya Allah mendapatkan predikat syahid karena meninggal saat dalam perjalanan pulang menunaikan tugas mulia,” ujar Guru Jam’ani.
Guru Jam’ani juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian yang telah bergerak cepat menangkap dua pelaku dalam waktu singkat.
“Kami berharap agar proses hukum ditegakkan seadil-adilnya dengan hukuman setimpal atas perbuatan berencana yang telah menghilangkan nyawa seseorang,” ucapnya
Juga berpesan kepada seluruh rekan-rekan ustaz dan ustazah, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur sepi di waktu malam.
“Mari kita kirimkan doa terbaik bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan,” pungkasnya.
Sarwani dan Guru Jam’ani berharap, semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi pendidik yang menjadi korban kekerasan di jalan, dan menjadi perhatian semua pihak. (kan/dya)














