Sultan Banjar H Khairul Saleh Al Mutashim Billah menghadiri halal bihalal bersama lebih 500 orang zuriat Pagustian se Kalimantan Selatan, Sabtu (11/4/2026).
BANJARBARU, koranbanjar.com – Zuriat pagustian seperti pangeran, gusti, antung, andin, dan kerabat lainnya dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan juga luar daerah, berkumpul di acara halal bihalal tersebut.
Kegiatan silaturahmi ini semarak digelar di ballroom Hortensia lantai IV Hotel Rodhita Banjarbaru.
Selain Sultan Khairul Saleh, juga hadir para sesepuh dan tetuha pagustian, maupun anak, cucu dan cicit.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi pembuka acara, disambung g dengan tarian adat Banjar, tari Baksa Kambang.
Usai tari penyambutan selamat datang para tamu, ditampilkan atraksi pencak silat tradisional dengan tangan kosong dan menggunakan senjata tajam persembahan Laung Kuning Banjarbaru
Lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Qori Muhammad Zairozi menjadi penyejuk suasana.
Selanjutnya, sambutan Ketua Panitia Gusti Alfian Permata Sari, disambung sambutan Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby (ELH) diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Kemas Akhmad Rudi Indrajaya.
Sambutan berikutnya, Gusti Rosyadi Elmi mewakili zuriat pagustian dari hulu sungai, sedangkan H Gusti Rendy Firmansyah atas nama zuriat pagustian Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sambutan Haji Pangeran Khairul Saleh yang juga Sultan Banjar di Kesultanan Banjar menjadi pamuncak kegiatan.
“Halal bihalal pagustian ini mempererat jalinan silaturahmi kekerabatan,” katanya, yang hadir bersama permaisuri, Hj Raudhatul Jannah.
Ia juga memberikan motivasi kepada generasi muda pagustian untuk lebih semangat lagi, dengan meniru perjuangan generasi dulu yang telah sukses.
Secara singkat Khairul Saleh memaparkan dan menceritakan sejarah Kerajaan Banjar, yang terbagi dua fase.
Fase kerajaan zaman Hindu dan kerajaan Islam.
Di sisi lain, Perang Banjar antara perlawanan warga Banjar dengan Belanda menjadi perang terlama di dalam sejarah bangsa Indonesia.
Perang Banjar (1859-1905) adalah perlawanan rakyat Kalimantan Selatan yang dipimpin Pangeran Antasari melawan Belanda, tercatat sebagai salah satu perang terlama di Indonesia.
Konflik ini dipicu campur tangan Belanda dalam suksesi tahta dan eksploitasi sumber daya alam, memicu perang gerilya selama hampir setengah abad. (dya)













