Jalan di kawasan Lingkar Selatan, tepatnya di bawah Jembatan Kembar Basirih Selatan, kembali menjadi sorotan. Genangan air yang terjadi hampir setiap musim hujan selama puluhan tahun tak kunjung ditangani, bahkan kini disebut membahayakan pengguna jalan karena lubang-lubang dalam yang tersembunyi di bawah permukaan air.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Ruas jalan yang berada di Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu merupakan akses penting penghubung menuju luar kota, termasuk jalur tembus ke Mantuil. Lokasinya berada dari arah Pelabuhan Trisakti, tepatnya setelah turunan jembatan kembar, di sisi kiri jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, genangan air di kawasan tersebut bukan persoalan baru. Kondisi ini disebut telah berlangsung hampir 20 tahun tanpa perbaikan signifikan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
“Kalau musim hujan, airnya bisa cukup dalam. Lubang di jalan jadi tidak kelihatan,” ujar salah satu warga sekitar bernama Ali ketika dimintai keterangan oleh media ini, Kamis (2/4/2026) di Banjarmasin.
Menurutnya, genangan yang menutupi badan jalan membuat lubang-lubang besar tidak terlihat oleh pengendara. Akibatnya, kecelakaan kerap terjadi, terutama bagi pengguna jalan yang belum familiar dengan kondisi tersebut.
Sejumlah pengendara dilaporkan pernah terjatuh akibat roda kendaraan masuk ke lubang yang tertutup air.
“Kondisi ini sangat berisiko, terlebih saat intensitas hujan tinggi yang memperparah genangan,” tuturnya.
Warga lainnya juga menyebut, selain kerusakan jalan, tidak adanya sistem drainase atau saluran pembuangan air di lokasi tersebut turut memperburuk situasi.
Air yang menggenang tidak memiliki jalur keluar, sehingga terus bertahan dan merusak struktur jalan.
Meski terdapat jalur alternatif, sebagian masyarakat tetap memilih melintasi jalan ini, karena dianggap lebih cepat untuk menuju Jalan Lingkar Selatan.
Namun, minimnya informasi dan rambu peringatan membuat pengendara baru kerap terjebak.
Warga berharap pemerintah, baik tingkat kota, provinsi, maupun pihak yang memiliki kewenangan terhadap jalan itu, segera mengambil tindakan konkret.
“Kami hanya ingin ada perhatian. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” kata warga lainnya bernama Ayi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait penanganan jalan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh jurnalis. (yon/bay)












