Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.
BANJARBARU,koranbanjar.com – Maka, untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan pendidikan vokasi, salah satunya melalui UPT Bidang Pendidikan lingkup Kementan.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan Vokasi dari Kementan terus mempersiapkan calon-calon penerus generasi muda bidang pertanian.
Sekolah kali ini menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi bagi guru dan peserta didik kelas XI konsentrasi keahlian Agribisnis Fanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Pelatihan ini berupa kegiatan pembelajaran perbanyakan tanaman anggrek secara kultur jaringan.
Pembelajaran ini dilaksanakan selama 2 hari, dimulai Selasa (22/09/2026) dan Rabu (23/09/2026), bertempat di laboratorium Kultur Jaringan SMK-PP Negeri Banjarbaru di komplek Teaching Factory H. Idak, Banjarbaru.
Seperti diketahui Kementerian Pertanian menilai program ini sangat strategis dilakukan di lingkungan pendidikan.
Pasalnya, di tangan generasi muda inilah harapan majunya sektor pertanian dipertaruhkan.
Sektor pertanian menjadi salah satu penyangga perekonomian negara. Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman kerap menyampaikan pentingnya membangun SDM pertanian yang sehat dan cerdas.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, lulusan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dapat mencetak petani milenial yang berdaya saing tinggi dan berkompetensi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.
Di beberapa momen Kepala SMK-PP Negeri Banjarbau, Angga Tri A.P., berpesan agar siswa harus yakin dengan pilihannya dengan bersekolah di SMK-PP Negeri Banjarbaru dan kalian harus bangga.
Fokus, bekerja terbaik, orieantasi hasil, menjadi pemenang, sehingga kalian bisa menjadi generasi penerus pertanian di Indonesia baik menjadi job seeker ataupun job creator.
Nita Aprillia, selaku Ketua konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, menyampaikan bahwa pelatihan ini yang diikuti39 orang siswa, yang terdiri dari 20 siswa kelas ATPH A, dan 19 siswa kelas ATPH B.
Kali ini sekolah mengundang seorang guru tamu Jumaidi, seorang praktisi bidang kultur jaringan dari UPTD Balai Benih TPH Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Nita menambahkan, semoga pembelajaran ini dapat memberikan berbagi Imu, pengalaman, serta keterampilan praktis.
“Sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan laboratorium kultur jaringan tanaman anggrek di sekolah, khususnya bagi guru dan siswa kami,” jelasnya.
Adapun pembelajaran yang di dapat diantaranya: Pemilihan eksplan atau bahan tanam pisang, Teknis sterilisasi diluar dan di dalam LAF, Teknis inisiasi pisang,
Pembuatan media untuk inisiasi, Pembuatan media untuk subkultur, dan terakhir Subkultur penuntasan dan pengajaran, Media dan teknik Aklimatisasi. (Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/dya)













