Banjar  

BPBD Kabupaten Banjar Sosialisasi Program Destana di Kecamatan Karang Intan

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar sosialisasi Program Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahap III Tahun 2026, di aula Desa Kiram Kecamatan Karang Intan, Senin (23/2/2026). (Sumber Foto: BPBD Kabupaten Banjar/koranbanjar.com)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar sosialisasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahap III Tahun 2026, di aula Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Senin (23/2/2026).

BANJAR, koranbanjar.com – Di antaranya juga dipaparkan pemahaman terkait penyusunan Peta Risiko Bencana dan Peta Rencana Evakuasi sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman seperti banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar, H. Abdullah Fahtar, mengutarakan keberadaan peta evakuasi sangat penting dalam upaya mitigasi bencana.

“Dengan adanya peta tersebut, masyarakat dapat mengetahui jalur penyelamatan diri secara cepat dan aman sehingga risiko korban maupun kerugian dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Ke depan, peta evakuasi ini diharapkan dapat terus diperbarui serta didukung simulasi rutin dan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Dalam sosialisasi dijelaskan, penyusunan peta risiko dilakukan melalui tahapan identifikasi bahaya, analisis kerentanan dan kapasitas masyarakat, hingga penggabungan data menggunakan sistem informasi geografis (GIS).

Hasilnya kemudian diklasifikasikan dalam zona risiko, seperti tinggi, sedang, dan rendah.

Peta risiko tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rencana evakuasi, termasuk penentuan jalur aman dan titik kumpul bagi warga saat terjadi bencana.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan peninjauan lokasi simulasi bencana banjir dan longsor di Desa Kiram.

Hal ini bertujuan memastikan jalur evakuasi yang direncanakan sesuai dengan kondisi lapangan

Kegiatan sosialisasi Destana ini diikuti sekitar 70 peserta dan melibatkan Tim BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kabupaten Banjar, serta Yayasan Borneo Urban Lab (BUL). Sosialisasi dipimpin langsung oleh Pambakal Desa Kiram.

Program Destana yang dilaksanakan BUL bersama BPBD Kabupaten Banjar ini merupakan bagian dari upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK). Dengan fokus pada wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti Desa Kiram. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *