Banjar  

Puluhan Tahun Jaringan Pipa Sudah Terpasang, Air Bersih di Desa Handil Bujur Tak Pernah Mengalir

Kepala Desa Handil Bujur, Ahmadi. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Harapan ratusan warga Desa Handil Bujur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, untuk menikmati air bersih dari PDAM kembali pupus. Meski jaringan pipa telah terpasang hingga 300 meter masuk wilayah desa sejak tujuh hingga delapan tahun lalu, air tak pernah sekalipun mengalir ke rumah warga.

BANJAR, koranbanjar.com – Persoalan akses air bersih di Desa Handil Bujur bukan sekadar belum tersambung jaringan, melainkan jaringan pipa yang sudah terpasang namun tidak berfungsi.

Kondisi ini memicu tanda tanya masyarakat terhadap komitmen pelayanan PDAM dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.

Kepala Desa Handil Bujur, Ahmadi, menyampaikan bahwa pemasangan pipa dari arah Desa Mekarsari sudah dilakukan beberapa tahun silam. Jaringan tersebut bahkan telah masuk sekitar 300 meter ke wilayah Handil Bujur.

“Pipanya sudah ada, tapi sejak dipasang hingga sekarang airnya tidak pernah keluar. Tidak pernah mengalir sama sekali,” ujarnya kepada koranbanjar.com, Senin (23/2/2026) lalu.

Akibatnya, sekitar 1.100 jiwa atau 400 kepala keluarga di desa tersebut tetap harus membeli air bersih menggunakan jeriken dengan harga sekitar Rp2.500 per wadah. Sebagian warga juga masih memanfaatkan air sungai yang disaring secara mandiri.

Menurut Ahmadi, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan buruh, sehingga pengeluaran tambahan untuk membeli air setiap hari menjadi beban tersendiri. Di sisi lain, penggunaan air sungai yang kualitasnya tidak terjamin juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Ia menilai, kondisi pipa yang sudah terpasang namun tidak difungsikan justru menimbulkan kekecewaan yang lebih besar dibandingkan jika jaringan belum pernah dibangun sama sekali.

“Warga sempat berharap besar ketika pipa sudah masuk desa. Kami pikir air akan segera mengalir. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” katanya.

Ahmadi mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Kabupaten Banjar. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, kelanjutan pembangunan dan pengoperasian jaringan terkendala keterbatasan anggaran.

Selain meminta kelanjutan pembangunan dan pengoperasian jaringan pipa, Ahmadi juga mengusulkan opsi kerja sama lintas daerah.

Mengingat posisi Desa Handil Bujur yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin, ia mengusulkan agar pembangunan jaringan bisa melibatkan PTAM Bandarmasih milik Pemerintah Kota Banjarmasin, dengan skema teknis dan administrasi yang disepakati bersama. Namun hingga kini, usulan tersebut belum mendapatkan respons resmi.

Persoalan ini menyoroti pentingnya evaluasi terhadap infrastruktur yang telah dibangun namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Bagi warga Handil Bujur, keberadaan pipa tanpa aliran air bukan sekadar persoalan teknis, melainkan simbol pelayanan dasar yang belum sepenuhnya mereka rasakan.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Air Minum Intan Banjar, Syaiful Anwar melalui perwakilannya Kepala Cabang (Kacab) II, Alimuddin ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya segara akan membicarakan dengan tim.

“Setelahnya kami konsultasikan ke pimpinan (direksi). Kebetulan di Desa Handil Bujur belum terpasang pipa jaringannya. Terima kasih banyak informasinya,” tutur Alimuddin. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *